IHSG Dibuka Menghijau, Investor Diprediksi Jenuh dan Ambil Untung

Raden Jihad Akbar, Mohammad Yudha Prasetya
·Bacaan 1 menit

VIVA – Indeks harga saham gabungan atau IHSG menghijau di level 6.429 pada pembukaan perdagangan Selasa 19 Januari 2021. Posisi itu menguat 39 poin atau 0,62 persen, dibanding penutupan perdagangan Senin 18 Januari 2021 di level 6.389.

Analis Reliance Sekuritas, Lanjar Nafi memprediksi, IHSG memiliki potensi untuk kembali bergerak fluktuatif dengan kecenderungan tertekan pada perdagangan hari ini.

"Setelah sebelumnya indeks pertambangan dan pertanian mengalami tekanan," kata Lanjar dalam keterangan tertulisnya, Selasa 19 Januari 2021.

Baca juga: Intip Kriteria PHK dalam RPP Jaminan Kehilanan Pekerjaan

Lanjar menjelaskan, rotasi sektor terlihat di mana sektor pertambangan yang sebelumnya menjadi motor penggerak IHSG, menjenuh dan mengalami aksi ambil untung.

Sehingga, investor pun akhirnya beralih kepada saham-saham berkapitalisasi besar. Yang belum mengalami penguatan seperti misalnya saham-saham di sektor konsumer.

"Sehingga kami perkirakan IHSG berpotensi kembali berfluktuatif dengan kecenderungan tertekan dan support-resistance 6.275-6.400," ujarnya.

Lanjar juga memberikan rekomendasi mengenai saham-saham yang dapat dicermati pada perdagangan hari ini, diantaranya yakni BBCA, GGRM, HMSP, ICBP, INDF, TOWR, UNVR.

Sementara secara teknikal, analis Binaartha Sekuritas, M. Nafan Aji menjelaskan, berdasarkan rasio fibonacci, support maupun resistance berada pada level 6.325 hingga 6.463. Berdasarkan indikator, MACD, Stochastic, maupun RSI, masih menunjukkan sinyal positif

"Terlihat pola bullish spinning top candle yang mengindikasikan adanya potensi penguatan lanjutan pada pergerakan IHSG, sehingga berpeluang menuju ke resistance terdekat," ujarnya. (dum)