IHSG dibuka menguat tipis di tengah kekhawatiran virus corona

Kelik Dewanto

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu dibuka menguat tipis di tengah kekhawatiran wabah virus corona.

IHSG dibuka menguat 11,91 poin atau 0,19 persen menjadi 6.123,09. Sementara itu kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 3,00 poin atau 0,30 persen menjadi 1.003,66.

"Sentimen global mengenai wabah corona diperkirakan dapat menyulitkan IHSG, meski pada hari ini IHSG berpeluang naik, namun tetap waspadai adanya potensi aksi ambil untung," kata Kepala Riset Valbury Sekuritas Alfiansyah di Jakarta, Rabu.

Baca juga: IHSG ditutup melemah masih terbawa sentimen Virus Corona

Ia menambahkan virus corona yang sedang mewabah di beberapa negara menimbulkan pesimisme pada perekonomian terutama untuk China.

Padahal, diharapkan 2020 menjadi tahun pemulihan setelah pada tahun sebelumnya terdapat banyak momentum yang memberatkan seperti perang dagang antara Amerika Serikat dan China serta Brexit.

"Semua outlook menggambarkan dunia mengalami recovery pada 2020 dari sisi pertumbuhan maupun dari perdagangan karena pada Desember 2019 terjadi pengumuman China dan AS masuk agreement termin pertama menjadi hal yang positif," katanya.

Namun, lanjut dia, akhirnya sikap optimis itu cenderung menurun ketika virus corona menyerang sehingga menimbulkan pesimisme bagi para pelaku pasar.

Ia mengemukakan komisi kesehatan nasional China mengkonfirmasi 2.744 kasus penularan di China daratan dan jumlah kematian yang bertambah menjadi 80 korban jiwa.

"Laporan tentang bertambahnya korban jiwa akibat wabah virus corona berjenis baru ikut menjadi salah satu perhatian investor," katanya.

Sementara itu, bursa regional antara lain indeks Nikkei menguat 131,50 poin (0,57 persen) ke 23,347,19 indeks Hang Seng turun 680,90 poin (2,44 persen) ke 27.268,69, dan indeks Straits Times menguat 9,32 poin (0,29 persen) ke posisi 3.190,57.

Baca juga: Saham Tokyo dibuka lebih tinggi didukung kenaikan Wall Street
Baca juga: Wall Street menguat setelah catat hari terburuk dalam tiga bulan