IHSG diprediksi menguat terbatas, pasar pantau pergerakan harga CPO

·Bacaan 1 menit

Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari Rabu diprediksi menguat terbatas di tengah pergerakan harga minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO).

IHSG dibuka menguat 6,43 poin atau 0,09 persen ke posisi 6.664,374. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 5,77 poin atau 0,6 persen ke posisi 959,144.

"Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat saat ini IHSG memiliki peluang bergerak menguat terbatas dan diperdagangkan pada rentang 6.582-6.687," ungkap Analis Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus dalam hasil kajiannya di Jakarta, Rabu.

Menurut Maximilianus, pergerakan harga CPO dunia menarik perhatian bagi para pemangku kepentingan terkait prospek komoditas tersebut.

"Jika mengacu pada data historis, kenaikan dari harga CPO telah mencapai 13,18 persen (year-on-year/yoy) dan 38,14 persen (year-to-date/ytd)," ujarnya.

Baca juga: IHSG Rabu dibuka naik 6,43 poin

Penguatan dari permintaan pasar domestik, kata dia, menjadi tantangan di mana pelaku pasar saat ini mencermati wacana pemerintah untuk melarang ekspor CPO mentah guna menjaga kualitas ekspor dan juga pemenuhan kebutuhan untuk dalam negeri.

Di satu sisi pelaku pasar mencermati infrastruktur hulu yang dinilai belum cukup besar untuk menopang dampak dari pelarangan ekspor tersebut.

Pada perdagangan Selasa (27/10/2021) Maximilianus menyebutkan sektor peralatan kesehatan, energi, perindustrian, transportasi, logistik, keuangan, consumer non cyclicals, serta properti dan real estate bergerak positif dan mendominasi kenaikan IHSG

Adapun investor asing di seluruh pasar membukukan pembelian bersih sebesar Rp773 miliar pada perdagangan kemarin.

Baca juga: IHSG berpeluang menguat hari ini, ikuti kenaikan bursa global

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel