IHSG ditutup melambung, terangkat kebijakan BI tahan suku bunga acuan

Risbiani Fardaniah
·Bacaan 2 menit

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis sore ditutup menguat, seiring Bank Indonesia (BI) yang menahan suku bunga acuannya.

IHSG ditutup menguat 70,6 poin atau 1,12 persen ke posisi 6.347,83. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 17,22 poin atau 1,83 persen ke posisi 956,84.

"Keputusan The Fed dalam mempertahankan tingkat suku bunga acuan pada level 0,25 persen masih diapresiasi para pelaku pasar. Para gubernur bank sentral optimis bahwa pemulihan ekonomi global berlangsung dengan progresif. Keputusan BI dalam mempertahankan tingkat suku bunga acuan sebesar 3,5 persen juga diapresiasi para pelaku pasar," kata Analis Bina Artha Sekuritas Nafan Aji di Jakarta, Kamis.

Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 20-21 November 2019 memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 3,5 persen, suku bunga deposit facility sebesar 4,25 persen, dan suku bunga lending facility sebesar 5,75 persen.

Baca juga: BI pertahankan suku bunga acuan 3,5 persen

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan kebijakan moneter tetap akomodatif dan konsisten dengan prakiraan inflasi yang terkendali dalam kisaran target, stabilitas eksternal yang terjaga, serta upaya untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi domestik di tengah perekonomian global yang melambat.

BI juga memutuskan untuk menurunkan Giro Wajib Minimum (GWM) Rupiah untuk bank umum konvensional dan bank umum syariah/unit usaha syariah sebesar 50 bps sehingga masing-masing menjadi 5,5 persen dan 4 persen dengan GWM Rerata masing-masing tetap sebesar 3 persen, dan berlaku efektif pada 2 Januari 2020.

Kebijakan tersebut ditempuh guna menambah ketersediaan likuiditas perbankan dalam meningkatkan pembiayaan dan mendukung pertumbuhan ekonomi. Strategi operasi moneter juga terus diperkuat untuk menjaga kecukupan likuiditas dan mendukung transmisi bauran kebijakan yang akomodatif.

Baca juga: Perry Warjiyo: BI pertumbuhan ekonomi triwulan I-2021 bakal lebih baik

Dibuka menguat IHSG betah berada di zona hijau pada sesi pertama dan sesi kedua perdagangan saham hingga akhirnya ditutup naik.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, delapan sektor meningkat dengan sektor barang baku naik paling tinggi yaitu 1,61 persen, diikuti sektor infrastruktur dan sektor keuangan masing-masing 1,54 persen dan 1,49 persen.

Sedangkan tiga sektor terkoreksi dengan sektor teknologi turun paling dalam yaitu minus 4,26 persen, diikuti sektor transportasi & logistik dan sektor properti & real estat masing-masing minus 1,05 persen dan minus 0,61 persen.

Baca juga: Perry Warjiyo: BI akan terus berada di pasar, jaga stabilitas rupiah

Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi beli saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah beli bersih asing atau net foreign buy sebesar Rp622,84 miliar.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.150.488 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 17,99 miliar lembar saham senilai Rp11,29 triliun. Sebanyak 239 saham naik, 236 saham menurun, dan 168 saham tidak bergerak nilainya.

Sementara itu, bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei menguat 302,42 poin atau 1,01 persen ke 30.216,75, Indeks Hang Seng naik 371,6 poin atau 1,28 persen ke 29.405,72, dan Indeks Straits Times meningkat 24,49 atau 0,79 persen poin ke 3.134,14.

Baca juga: IHSG Kamis dibuka menguat 32,35 poin