IHSG ditutup melemah seiring aksi jual asing

Biqwanto Situmorang
·Bacaan 2 menit

Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa sore ditutup melemah seiring aksi jual oleh investor asing.

IHSG ditutup melemah 21,13 poin atau 0,36 persen ke posisi 5.927,44. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 1,13 poin atau 0,13 persen ke posisi 881,69.

"Pelemahan IHSG seiring kekhawatiran mengenai meningkatnya kasus baru COVID-19 secara global dan menguatnya kembali US treasury 10 year. Kebijakan larangan mudik saat lebaran dari pemerintah juga merupakan sentimen negatif bagi indeks," kata analis Bina Artha Sekuritas Nafan Aji di Jakarta, Selasa.

Sementara itu, belum terdapat data makroekonomi domestik yang bisa memberikan pengaruh positif secara signifikan terhadap pasar, lanjut Nafan.

Dibuka melemah, IHSG nyaris menghabiskan waktu di zona merah sepanjang perdagangan saham hingga akhirnya ditutup terkoreksi.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, delapan sektor terkoreksi dimana sektor teknologi turun paling dalam yaitu minus 1,92 persen, diikuti sektor properti & real estat dan sektor energi masing-masing minus 1,53 persen dan minus 1,48 persen.

Sedangkan tiga sektor meningkat dimana sektor transportasi & logistik naik paling tinggi yaitu 1,79 persen, diikuti sektor infrastruktur dan sektor perindustrian masing-masing 1,55 persen dan 0,47 persen.

Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi jual saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah jual bersih asing atau "net foreign sell" sebesar Rp459,9 miliar.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 982.970 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 16,7 miliar lembar saham senilai Rp9,31 triliun. Sebanyak 175 saham naik, 313 saham menurun, dan 137 saham tidak bergerak nilainya.

Sementara itu, bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei menguat 212,88 poin atau 0,72 persen ke 29.751,61, indeks Hang Seng naik 43,97 poin atau 0,15 persen ke 28.497,25, dan indeks Straits Times meningkat 18,04 poin atau 0,57 persen ke 3.191,97.

Baca juga: Saham China turun karena investor khawatir kebijakan ketat
Baca juga: Pasar saham Australia berakhir datar
Baca juga: Saham Tokyo naik karena investor memburu saham oversold