IHSG ditutup melemah seiring masih kuatnya kekhawatiran resesi

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menjelang akhir pekan ditutup melemah seiring masih kuatnya kekhawatiran resesi global usai Bank Sentral Amerika Serikat (AS), The Fed menaikkan suku bunga.

IHSG ditutup melemah 113,35 poin atau 1,61 persen ke posisi 6.936,96. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 19,98 poin atau 1,96 persen ke posisi 997,9.

"Resesi semakin dekat, semakin terlihat nyata," tulis Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Jumat.

Kekhawatiran pelaku pasar dan investor itulah yang telah mendorong Dow Jones turun 2,42 persen dan akhirnya untuk pertama kalinya sejak Januari 2021 ditutup di bawah 30.000.

S&P 500 juga turun hingga 3,25 persen, serta Nasdaq Composite turun 4,08 persen yang menyentuh level terendah sejak September 2020.

Dibuka melemah, IHSG terus menurun hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih tak mampu beranjak dari teritori negatif sampai penutupan bursa saham.

Sepanjang jam perdagangan hari ini, saham yang mengalami penguatan terbesar di antaranya BIPI, BAPA, FPNI, MDLN, dan SLIS. Sedangkan saham-saham yang mengalami penurunan terbesar di antaranya HRUM, MDKA, GOTO, AMDR, dan BRMS.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, hampir seluruh sektor terkoreksi di mana sektor material dasar turun paling dalam yaitu 2,49 persen, diikuti sektor perindustrian dan sektor teknologi masing-masing terkoreksi 1,77 persen dan 1,49 persen.

Sementara hanya sektor kesehatan yang berhasil melesat sebesar 1,18 persen.

Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi jual saham oleh investor asing di seluruh pasar yang ditunjukkan dengan jumlah jual bersih asing atau "net foreign sell" di seluruh pasar sebesar Rp782,5 miliar. Sedangkan di pasar reguler tercatat aksi jual asing dengan jumlah jual bersih Rp1,29 triliun.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.243.837 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 31,87 miliar lembar saham senilai Rp19,57 triliun. Sebanyak 158 saham naik, 362 saham menurun, dan 159 tiak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei melemah 468,199 poin atau 1,77 persen ke 25.963, sedangkan indeks Hang Seng naik 229,57 poin atau 1,1 persen ke 21.075 dan indeks Straits Times meningkat 0,66 poin atau 0,02 persen ke 3.098,09.

Baca juga: Saham China ditutup lebih tinggi, indeks Shanghai terkerek 0,96 persen
Baca juga: Saham catat penurunan tertajam sejak 2020, bank sentral kacaukan pasar
Baca juga: Saham global rontok setelah bank-bank sentral utama naikkan suku bunga

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel