IHSG Ditutup Menguat Tipis ke 5.461,05

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona hijau pada perdagangan Jumat ini. Selama perdagangan hari ini, IHSG lebih banyak berada di zona merah.

Pada penutupan perdagangan saham, Jumat (13/11/2020), IHSG ditutup naik 2,45 poin atau 0,04 persen ke posisi 5.461,05. Sementara, indeks saham LQ45 juga menguat 0,06 persen ke posisi 867,19.

Selama perdagangan, IHSG berada di posisi tertinggi pada level 5.466,56 dan terendah 5.427,63.

Pada sesi penutupan pedagangan, 198 saham perkasa sehingga membawa IHSG di zona hijau. Namun 226 saham terbakar sehingga menahan gerak IHSG. Di luar itu, 178 saham diam di tempat.

Transaksi perdagangan saham sangat ramai. Total frekuensi perdagangan saham 701.606 kali dengan volume perdagangan 12,5 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 8,8 triliun.

Investor asing jual saham Rp 299,88 triliun di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.181.

Dari 10 sektor saham pembentuk IHSG, hanya empat sektor yang menguat yaitu perkebunan yang naik 0,41 persen, sektor pertambangan menguat 0,78 persen, Sektor kontruksi melonjak 0,64 persen dan sektor keuangan naik 0,61 persen.

Sementara sektor saham yang melemah yaitu aneka inudstri yang turun 1,21 persen, sektor infrastruktur melemah 1,02 persen, dan sektor industri dasar turun 0,54 persen.

Saham yang menguat sehingga membawa IHSG ke zona hijau antara lain BGTG yang naik 13,79 persen ke Rp 66 per lembar saham. Kemudian PTIS yang naik 12,41 persen ke Rp 163 per lembar saham dan MTLA yang yang naik 11,39 persen ke Rp 450 per lembar saham.

Saham yang melemah antara lain GLVA yang melemah 6,99 persen ke Rp 346 per lembar saham. Kemudian TIRA turun 6,98 persen ke Rp 240 per lembar saham dan SAFE turun 6,96 persen ke Rp 214 per lembar saham.

Pembukaan Perdagangan

Pejalan kaki melintas dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kawasan Jakarta, Senin (13/1/2020). IHSG sore ini ditutup di zona hijau pada level 6.296 naik 21,62 poin atau 0,34 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pejalan kaki melintas dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kawasan Jakarta, Senin (13/1/2020). IHSG sore ini ditutup di zona hijau pada level 6.296 naik 21,62 poin atau 0,34 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di zona merah pada pembukaan perdagangan di Jumat akhir pekan ini.

Pada pra pembukaan perdagangan Jumat (13/11/2020), IHSG melemah 9,5 poin atau 0,17 persen ke level 5.449,10. Pada awal perdagangan, IHSG masih melanjutkan pergerakan di zona merah namun mendekati zona hijau dengan turun 4 poin atau 0,07 persen ke 5.454,56.

Sementara indeks saham LQ45 juga turun 0,36 persen ke posisi 863,56. Seluruh indeks acuan berada di zona merah.

Di awal perdagangan ini, IHSG berada di posisi tertinggi pada level 5.457,17. Sedangkan terendah 5.440,84.

Sebanyak 91 saham menguat namun tak mampu mendorong IHSG ke zona hijau. Kemudian 130 saham melemah dan 143 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham cukup ramai yaitu 34.974 kali dengan volume perdagangan 644,8 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 462,7 triliun.

Tercatat, investor asing beli saham di pasar regular mencapai Rp 24,18 miliar. Sedangkan nilai tukar rupiah berada di 14.150 per dolar AS.

Dari 10 sektor pembentuk IHSG, sektor yang menguat yaitu perkebunan yang naik 0,73 persen, sektor keuangan yang naik 0,50 persen, dan sektor pertambangan menguat 0,007 persen.

Sedangkan sektor yang melemah dipimpin oleh sektor aneka industri yang anjlok 1,55 persen. Kemudian sektor infrastruktur turun 0,88 persen dan sektor industri dasar turun 0,70 persen.

Saham-saham yang menguat antara lain YULE naik 23,70 persen ke Rp 334 per lembar saham. Kemudian PNBS naik 16,67 persen ke Rp 77 per saham dan CITA naik 9,29 persen ke Rp 2470 per saham.

Sedangkan saham-saham yang melemah dan mendorong IHSG ke zona merah antara lain GLVA turun 6,99 persen ke Rp 346 per lembar saham, HITS yang turun 6,67 persen ke Rp 476 per lembar saham dan PGLI turun 6,54 persen ke Rp 200 per saham.

Saksikan video pilihan berikut ini: