IHSG ditutup turun dikerek saham sektor properti dan infrastruktur

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu sore ditutup turun dipimpin saham-saham sektor properti dan sektor infrastruktur

IHSG ditutup melemah 8,64 poin atau 0,12 persen ke posisi 7.188,31. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 1,01 poin atau 0,1 persen ke posisi 1.029,22.

"IHSG bergerak pesimis jelang FOMC nanti malam di mana sejalan dengan mayoritas indeks global yang mengalami pelemahan," tulis Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam ulasannya di Jakarta, Rabu.

Bank Pembangunan Asia (ADB) juga memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2023 menjadi 5 persen dari sebelumnya 5,2 persen.

Berbagai sentimen negatif mulai dari kenaikan harga BBM yang meningkatkan ekspektasi inflasi dan kekhawatiran defisit pangan terutama beras yang memiliki bobot besar terhadap inflasi.

Pasalnya, tren proteksionisme yang masih berlanjut dengan India yang melarang ekspor beras, turut berdampak terhadap pasokan beras dalam negeri sebagaimana profil Indonesia yang mengimpor beras dari India.

Di samping itu, pertumbuhan investasi diperkirakan ADB tidak akan sekuat perkiraan, mengingat ketidakpastian dan perlambatan ekonomi global yang menyebabkan investor akan berhati-hati dalam menanamkan modalnya.

Dibuka melemah, IHSG terus bergerak di zona merah sepanjang sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih tak mampu beranjak dari teritori negatif sampai penutupan bursa saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, tujuh sektor terkoreksi dimana sektor properti & real estat paling dalam yaitu minus 1,47 persen, diikuti sektor infrastruktur dan sektor energi masing-masing minus 1,15 persen dan minus 0,52 persen.

Sedangkan empat sektor meningkat dimana sektor teknologi naik paling tinggi yaitu 0,75 persen, diikuti sektor barang konsumen dan sektor keuangan masing-masing 0,17 persen dan 0,8 persen.

Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu BAPA, COAL, SLIS, TOOL, dan KREN. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni HDIT, GDST, BUMI, BRMS, dan DEWA.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.344.551 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 27,47 miliar lembar saham senilai Rp13,03 triliun. Sebanyak 202 saham naik, 334 saham menurun, dan 155 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei melemah 375,29 poin atau 1,36 persen ke 27.313,13, indeks Hang Seng turun 336,8 poin atau 1,79 persen ke 18.444,62, dan indeks Straits Times meningkat 0,03 poin ke 3.266,97.

Baca juga: Saham Eropa tergelincir, mobilisasi Rusia tingkatkan ketidakpastian
Baca juga: Saham Asia jatuh, investor buru aset aman khawatir atas Rusia dan Fed
Baca juga: IHSG berpotensi tertekan hari ini, pasar pantau hasil rapat The Fed