IHSG jelang akhir pekan melesat, kembali ke angka di atas 7.000

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) jelang akhir pekan melesat kembali ke atas level psikologis 7.000.

IHSG dibuka menguat 93,68 poin atau 1,34 persen ke posisi 7.060,52. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 15,68 poin atau 1,58 persen ke posisi 1.007,33.

"Untuk hari ini kami memperkirakan IHSG bergerak menguat, dipengaruhi oleh potensi kenaikan suku bunga The Fed yang melambat akibat rilis inflasi di AS yang melambat selama empat bulan berturut-turut, melemahnya indeks dolar, serta harga komoditas yang mayoritas menguat," tulis Tim Riset Panin Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Jumat.

Pada penutupan kemarin pasar saham AS menguat signifikan. Indeks Dow Jones Average (DJIA) menguat 3,7 persen, Indeks S&P 500 naik 5,54 persen, dan Indeks Komposit Nasdaq meningkat 7,35 persen.

Baca juga: Wall Street berakhir naik tajam, Indeks Dow Jones melonjak 1.201 poin

Penguatan bursa saham AS didorong oleh rilis inflasi di AS yang mengalami perlambatan selama empat bulan berturut-turut menjadi 7,7 persen (yoy) dibandingkan konsensus 7,9 persen (yoy).

Hal itu menyebabkan ekspektasi terhadap arah kebijakan The Fed yang relatif tidak akan agresif semakin menguat, serta potensi kenaikan Fed Fund Rate yang berpotensi tidak akan menyentuh ke 5 persen.

Implikasi rilis data inflasi tersebut positif pada saham-saham di sektor teknologi dan growth stocks seperti Amazon, Meta, Nvidia, dan Alphabet yang mengalami kenaikan hingga 7-11 persen.

Sementara itu pasar saham Eropa kemarin kompak ditutup menguat. Indeks DAX naik 3,51 persen, Indeks FTSE menguat 1,08 persen, dan Indeks STOXX600 meningkat 2,75 persen.

Penguatan tersebut didukung oleh berlanjutnya perlambatan inflasi di AS yang mendorong terjadinya pelemahan indeks dolar sehingga Euro cenderung terapresiasi.

Baca juga: Saham Inggris ditutup menguat, Indeks FTSE 100 naik1,08 persen

Sedangkan pasar saham Asia pagi ini dibuka cenderung menguat. Optimisme ini ditopang rilis data di Jepang, di mana inflasi produsen atau PPI terpantau turun ke 9,1 persen (yoy)

Di sisi lain, harga komoditas naik utamanya juga didorong oleh arah kenaikan suku bunga The Fed yang berpotensi melambat, sehingga memberikan dampak positif bagi hedging komoditas.

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain Indeks Nikkei menguat 695,89 atau 2,54 persen ke 28.141,99, Indeks Hang Seng naik 747,96 atau 4,65 persen ke 16.829, Indeks Shanghai meningkat 37,72 poin atau 1,24 persen ke 3.073,85, dan Indeks Straits Times naik 44,11 poin atau 1,39 persen ke 3.217,29.

Baca juga: Saham China dibuka berbalik naik, Indeks Shanghai melonjak 2,09 persen