IHSG Kembali ke Posisi 6.100 pada Sesi I, Investor Asing Borong Saham Bank

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah ke zona hijau pada penutupan perdagangan saham sesi I, Selasa (5/1/2021).

Pada sesi I, IHSG ditutup menguat 13,66 poin atau 0,22 persen ke posisi 6.118,56. Indeks saham LQ45 justru melemah 0,05 persen. IHSG bergerak di rentang 6.138-6.073,41.

Total frekuensi perdagangan saham 831.221 dengan volume perdagangan 12 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 9,5 triliun.

Secara sektoral, sebagian besar sektor saham mampu menguat dan melemah. Sektor saham pertanian mendaki 2,63 persen, disusul sektor saham tambang 1,43 persen, dan sektor saham konstruksi naik 0,77 persen. Demikian mengutip data RTI, Selasa pekan ini.

Sedangkan sektor saham infrastruktur melemah 0,90 persen, sektor saham perdagangan susut 0,47 persen dan sektor saham barang konsumsi melemah 0,43 persen.

Pada sesi pertama perdagangan saham, aksi beli investor asing di seluruh pasar Rp 86,24 miliar. Saham-saham yang dibeli investor asing antara lain saham BBCA sebanyak Rp 172,9 miliar, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 45,6 miliar, PT Mayora Indah Tbk (MYOR) Rp 11,5 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebesar Rp 6,8 miliar, dan saham PT Astra International Tbk (ASII) sebesar Rp 6,4 miliar.

Sedangkan saham PT XL Axiata Tbk (EXCL) sebanyak Rp 3,4 miliar, saham PT Bank Jabar Banten Tbk sebesar Rp 3,1 miliar, saham PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) sebesar Rp 1,1 miliar, PT Jasa Marga Tbk (JSMR) sebesar Rp 762,8 juta, dan saham PT Tiga Pilar Sejahtera Tbk (AISA) sebesar Rp 561,9 juta.

Pembukaan IHSG pada 5 Januari 2021

Para pengunjung melintasi papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (30/12/2020). Pada penutupan akhir tahun, IHSG ditutup melemah 0,95 persen ke level 5.979,07. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Para pengunjung melintasi papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (30/12/2020). Pada penutupan akhir tahun, IHSG ditutup melemah 0,95 persen ke level 5.979,07. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah pada awal pembukaan perdagangan saham, Selasa, 5 Januari 2021.

IHSG dibuka melemah tipis 3,16 poin atau 0,05 persen ke posisi 6.101,7. Pada pra pembukaan perdagangan saham, IHSG naik tipis 0,89 poin atau 0,01 persen ke posisi 6.105,79. Indeks saham LQ45 merosot 0,54 persen ke posisi 952. Sebagian besar indeks saham di BEI cenderung melemah.

IHSG bergerak di rentang 6.106-6.076 pada awal perdagangan saham. Sebanyak 168 saham melemah sehingga menekan IHSG. 105 saham menguat dan 181 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham 93.123 kali dengan volume perdagangan 1,2 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 1,1 triliun. Investor asing beli saham Rp 3,55 miliar di seluruh pasar. Dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 13.946.

Sebagian besar sektor saham melemah kecuali sektor pertanian dan tambang yang menguat. Sektor saham aneka industri susut 0,61 persen dan sektor saham manufaktur merosot 0,33 persen.

Saham-saham yang catatkan top gainers antara lain saham PEGE naik 34,65 persen ke posisi Rp 171 per saham, saham FAPA mendaki 24,78 persen ke posisi Rp 2.870 per saham, dan saham TECH melonjak 21,21 persen ke posisi Rp 1.200 per saham.

Sedangkan saham-saham yang tertekan antara lain saham PCAR susut 6,92 persen ke posisi Rp 484 per saham, saham MSKY merosot 6,76 persen ke posisi Rp 690 per saham, dan saham DAYA turun 6,59 persen ke posisi Rp 340 per saham.

Bursa saham Asia pun cenderung bervariasi. Indeks saham Shanghai naik 0,58 persen, indeks saham Taiwan menguat 0,17 persen. Indeks saham Jepang Nikkei melemah 0,12 persen dan indeks saham Singapura turun 0,42 persen.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini