IHSG Melambung 1,37 Persen, Transaksi Harian Sentuh Rp 18,89 Triliun Selama Sepekan

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat selama sepekan meski turun hampir 1 persen pada Jumat, 1 Oktober 2021.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), Sabtu (2/10/2021), IHSG naik 1,37 persen pada 27 September-1 Oktober 2021 menjadi 6.228,84 dari pekan lalu 6.144,81.

Nilai kapitalisasi pasar bursa tercatat Rp 7.644,41 triliun hingga pekan ini. Kapitalisasi pasar bursa meningkat 1,4 persen atau Rp 125,71 triliun dari pekan lalu di posisi Rp 7.538,70 triliun.

Pada pekan ini, rata-rata nilai transaksi harian mencatat kenaikan 48,20 persen menjadi Rp 18,89 triliun dari pekan lalu Rp 12,75 triliun. Peningkatan sebesar 17,22 persen terjadi pada rata-rata volume transaksi harian bursa yang berada pada angka 24,83 miliar saham dari 21,18 miliar saham pada pekan sebelumnya.

Di sisi lain, rata-rata frekuensi harian bursa juga meningkat 9,21 persen menjadi 1.503.334 transaksi daro 1.376.543 transaksi pada pekan lalu.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Pencatatan Obligasi

Layar yang menampilkan informasi pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (8/6/2020).  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 1,34% ke level 5.014,08 pada pembukaan perdagangan sesi I, Senin (8/6). (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Layar yang menampilkan informasi pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (8/6/2020). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 1,34% ke level 5.014,08 pada pembukaan perdagangan sesi I, Senin (8/6). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sementara itu, PT Waskita Karya (Persero) Tbk menerbitkan obligasi III Waskita Karya tahun 2021 yang resmi dicatatkan di BEI dengan nilai Rp 1,77 triliun pada Senin, 27 September 2021.

PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) memberikan peringkat untuk obligasi ini adalah idAAA(gg) (Triple A, Government Guarantee). PT Bank Mega Tbk menjadi Wali Amanat dalam emisi ini.

Kemudian pada Rabu, 29 September 2021, PT Bussan Auto Finance menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Bussan Auto Finance Tahap III Tahun 2021 yang resmi dicatatkan di BEI senilai Rp 775 miliar. PT Fitch Rating Indonesia (Fitch) memberikan peringkat AAA(idn) (Triple A) untuk obligasi ini. Bertindak sebagai Wali Amanat dalam emisi ini adalah PT Bank Mandiri (Persero).

Pada Jumat, 1 Oktober 2021 PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk menerbitkan Obligasi Berkelanjutan II Indah Kiat Pulp & Paper Tahap I Tahun 2021 dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Indah Kiat Pulp & Paper Tahap I Tahun 2021 yang resmi dicatatkan di BEI dengan nilai Rp 3 triliun dan Rp 1 triliun untuk sukuk.

PEFINDO menyematkan peringkat idA+ (Single A Plus) bagi obligasi dan idA+(sy) (Single A Plus Syariah) untuk sukuk. PT Bank KB Bukopin Tbk bertindak sebagai Wali Amanat dalam emisi ini.

Total Emisi Obligasi

Pekerja tengah melintas di bawah papan pergerakan IHSG usai penutupan perdagangan pasar modal 2017 di BEI, Jakarta, Jumat (29/12). Perdagangan bursa saham 2017 ditutup pada level 6.355,65 poin. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pekerja tengah melintas di bawah papan pergerakan IHSG usai penutupan perdagangan pasar modal 2017 di BEI, Jakarta, Jumat (29/12). Perdagangan bursa saham 2017 ditutup pada level 6.355,65 poin. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Total emisi obligasi dan sukuk yang telah tercatat sepanjang tahun 2021 adalah 78 emisi dari 49 Perusahaan Tercatat senilai Rp76,08 triliun.

Total emisi obligasi serta sukuk yang tercatat di BEI sampai dengan saat ini berjumlah 485 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp426,02 triliun dan USD47,5 juta, diterbitkan oleh 126 Perusahaan Tercatat.

Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 140 seri dengan nilai nominal Rp4.443,96 triliun dan USD400,00 juta. Efek Beragun Aset (EBA) sebanyak 10 emisi senilai Rp5,39 triliun

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel