IHSG melemah seiring kekhawatiran resesi usai Fed naikkan suku bunga

Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat pagi melemah seiring kekhawatiran investor usai keputusan Bank Sentral Amerika Serikat (AS) menaikkan suku bunga acuan yang dapat memicu resesi.

IHSG dibuka melemah 62,57 poin atau 0,88 persen ke posisi 6.987,75. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 12,92 poin atau 1,26 persen ke posisi 1.004,97.

"Para pelaku investor mengkhawatirkan bahwa kebijakan pengetatan moneter yang secara sangat agresif dilakukan The Fed dapat membawa perekonomian menuju resesi," kata Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Muhammad Nafan Aji di Jakarta, Jumat.

Adapun kebijakan pengetatan moneter dari Fed tersebut turut diikuti beberapa bank sentral dunia lainnya.

Selain itu, Nafan menyebutkan katalis negatif juga datang dari konflik Rusia dan Ukraina yang masih berlangsung, sehingga memicu kekhawatiran pasar terkait disrupsi rantai pasokan.

Tak hanya IHSG, bursa saham AS melemah tajam pada penutupan perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB) dalam aksi jual yang meluas, karena kekhawatiran resesi meningkat menyusul langkah bank-bank sentral di seluruh dunia untuk meredam kenaikan inflasi setelah kenaikan suku bunga terbesar Federal Reserve sejak 1994.

Kenaikan suku bunga oleh Swiss dan Inggris pada Kamis (16/6/2022) menyalakan kembali kekhawatiran bahwa upaya bank-bank sentral untuk mengekang inflasi dapat menyebabkan pertumbuhan yang lebih lambat di seluruh dunia atau resesi.

Bursa Eropa pun berbalik turun tajam pada perdagangan kemarin. Bank Sentral Inggris (BoE) menaikkan suku bunga untuk kelima kalinya sejak Desember sebesar 25 basis poin, sehari setelah Bank Sentral Eropa (ECB) menjanjikan dukungan untuk meredam penurunan pasar obligasi yang dipicu oleh ekspektasi hawkish.

Bursa saham regional Asia pada Jumat pagi ini antara lain indeks Nikkei melemah 572,69 poin atau 2,17 persen ke 25.858,5, indeks Shanghai turun 10,58 poin atau 0,32 persen ke 3.274,8, dan indeks Straits Times terkoreksi 4,35 poin atau 0,14 persen ke 3.093,08.

Sebaliknya, indeks Hang Seng naik 108,39 poin atau 0,52 persen ke 20.953,82.

Baca juga: Saham China dibuka lebih rendah, indeks Shanghai tergerus 0,60 persen
Baca juga: Wall Street ditutup anjlok terseret naiknya kekhawatiran resesi
Baca juga: Investor buang saham setelah Swiss dan Inggris naikkan suku bunga

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel