IHSG Melonjak 0,94 Persen, Saham TOBA Masuk Top Gainers

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertahan di zona hijau hingga sesi pertama perdagangan Jumat (19/11/2021). Investor asing melakukan aksi beli saham di seluruh pasar.

Pada penutupan perdagangan sesi pertama, IHSG melonjak 0,94 persen ke posisi 6.698,78. Indeks LQ45 menguat 1,18 persen ke posisi 957,13. Seluruh indeks acuan kompak menguat.

Pada sesi pertama, IHSG berada di level tertinggi 6.704,91 dan terendah 6.651. Sebanyak 288 saham menguat sehingga angkat IHSG. 203 saham melemah dan 168 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 850.404 kali dengan volume perdagangan 18,1 miliar saham. Nilai transaksi harian Rp 7,1 triliun. Investor asing beli saham Rp 325,77 miliar di seluruh pasar. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 14.221.

Sebagian besar sektor saham menghijau kecuali indeks sektor saham IDXindustry melemah 0,27 persen dan indeks sektor saham IDXHealth susut 0,30 persen.

Sementara itu, indeks sektor saham IDXtransportasi menguat 3,85 persen dan catat penguatan terbesar. Diikuti indeks sektor saham IDXenergy menanjak 1,4 persen dan indeks sektor saham iDXinfrastruktur menguat 1,36 persen.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Top Gainers dan Losers

Pejalan kaki duduk di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kawasan Jakarta, Senin (13/1/2020). IHSG sore ini ditutup di zona hijau pada level 6.296 naik 21,62 poin atau 0,34 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pejalan kaki duduk di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kawasan Jakarta, Senin (13/1/2020). IHSG sore ini ditutup di zona hijau pada level 6.296 naik 21,62 poin atau 0,34 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Saham-saham yang masuk top gainers antara lain:

-Saham PTDU naik 31,76 persen

-Saham TOBA naik 24,81 persen

-Saham TNCA naik 24,72 persen

-Saham KBAG naik 22,73 persen

Saham-saham yang masuk top losers antara lain:

-Saham BALI turun 6,97 persen

-Saham YELO turun 6,90 persen

-Saham ALTO turun 6,90 persen

-Saham INDO turun 6,88 persen

-Saham KONI turun 6,82 persen

Aksi Investor Asing

Pekerja melintas di depan layar yang menampilkan informasi pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (8/6/2020).  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 1,34% ke level 5.014,08 pada pembukaan perdagangan sesi I, Senin (8/6). (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pekerja melintas di depan layar yang menampilkan informasi pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (8/6/2020). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 1,34% ke level 5.014,08 pada pembukaan perdagangan sesi I, Senin (8/6). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Saham-saham yang dibeli investor asing antara lain:

-Saham TLKM senilai Rp 301,5 miliar

-Saham BBRI senilai Rp 138,4 miliar

-Saham UNVR senilai Rp 53,4 miliar

-Saham LPPF senilai Rp 21,7 miliar

-Saham EMTK senilai Rp 11, 4 miliar

Saham-saham yang dijual investor asing antara lain:

-Saham BBNI senilai Rp 32,4 miliar

-Saham SMGR senilai Rp 19,7 miliar

-Saham UNTR senilai Rp 17,8 miliar

-Saham BMRI senilai Rp 17,1 miliar

-Saham ASIi senilai Rp 7,2 miliar

Bursa Saham Asia

Orang-orang berjalan melewati sebuah indikator saham elektronik sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo (29/8). Bursa saham Asia turun setelah Korea Utara (Korut) melepaskan rudalnya ke Samudera Pasifik. (AP Photo/Shizuo Kambayashi)
Orang-orang berjalan melewati sebuah indikator saham elektronik sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo (29/8). Bursa saham Asia turun setelah Korea Utara (Korut) melepaskan rudalnya ke Samudera Pasifik. (AP Photo/Shizuo Kambayashi)

Bursa saham Asia bervariasi. Indeks Hang Seng turun 1,77 persen, indeks Thailand melemah 0,13 persen, indeks Singapura susut 0,14 persen dan indeks Taiwan merosot 0,17 persen.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel