IHSG Menguat 0,23 Persen, Investor Asing Incar Saham UNVR hingga TBIG

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Jelang libur Lebaran, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di zona hijau pada perdagangan saham, Senin (10/5/2021). Namun, investor asing melakukan aksi jual saham.

Pada pra pembukaan perdagangan saham, IHSG naik 0,23 persen ke posisi 5.942,10. Pada pukul 09.00 WIB, IHSG menguat 0,38 persen ke posisi 5.950. Indeks saham LQ45 menanjak 0,38 persen ke posisi 884. Seluruh indeks saham acuan kompak menguat.

Sebanyak 214 saham menguat sehingga mengangkat IHSG. Sementara itu, 113 saham melemah dan 192 saham diam di tempat. Pada sesi pertama, IHSG bergerak di kisaran 5.941-5.959. Total frekuensi perdagangan saham 119.130 kali dengan volume perdagangan saham 1,3 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 828 miliar. Sebagian besar sektor saham menghijau.

Sektor saham keuangan turun 0,99 persen, dan catat penurunan terbesar. Diikuti sektor saham perdagangan melemah 0,63 persen dan sektor saham konstruksi tergelincir 0,41 persen.

Di sisi lain, sektor saham industri dasar naik 0,79 persen, sektor saham aneka industri menanjak 0,77 persen dan sektor shaam infrastruktur mendaki 0,48 persen.

Top Gainers dan Losers

Pekerja melintas di dekat layar digital pergerakan saham di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (14/10/2020). Pada pembukaan perdagangan pukul 09.00 WIB, IHSG masih naik, namun tak lama kemudian, IHSG melemah 2,3 poin atau 0,05 persen ke level 5.130, 18. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pekerja melintas di dekat layar digital pergerakan saham di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (14/10/2020). Pada pembukaan perdagangan pukul 09.00 WIB, IHSG masih naik, namun tak lama kemudian, IHSG melemah 2,3 poin atau 0,05 persen ke level 5.130, 18. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Saham-saham yang mencatat top gainers antara lain:

-Saham INDR menguat 25 persen

-Saham BSSR menguat 24,84 persen

-Saham WAPO menguat 17,86 persen

-Saham SAMF menguat 15,03 persen

-Saham AGRS menguat 13,16 persen

Saham-saham yang masuk top losers antara lain:

-Saham LUCY turun 9,9 persen

-Saham AIMS turun 6,88 persen

-Saham HITS turun 6,67 persen

-Saham PNSE turun 6,43 persen

-Saham CNTX turun 6,37 persen

Aksi Investor Asing

Layar indeks harga saham gabungan menunjukkan data di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (2/1). Angka tersebut naik signifikan dibandingkan tahun 2016 yang hanya mencatat penutupan perdagangan pada level 5.296,711 poin. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Layar indeks harga saham gabungan menunjukkan data di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (2/1). Angka tersebut naik signifikan dibandingkan tahun 2016 yang hanya mencatat penutupan perdagangan pada level 5.296,711 poin. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Saham-saham yang dibeli investor asing antara lain:

-Saham UNVR senilai Rp 9,1 miliar

-Saham ASII senilai Rp 7 miliar

-Saham BMRI senilai Rp 4,6 miliar

-Saham INCO senilai Rp 3,6 miliar

-Saham TBIG senilai Rp 3,2 miliar

Saham-saham yang masuk top losers antara lain:

-Saham TLKM senilai Rp 34,7 miliar

-Saham BBRI senilai Rp 11 miliar

-Saham SPTO senilai Rp 1,5 miliar

-Saham TINS senilai Rp 1,4 miliar

-Saham BRPT senilai Rp 1,3 miliar

Bursa Saham Asia

Pengunjung melintas dekat layar monitor pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (2/1). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan saham 2019 menguat 10,4 poin atau 0,16% ke 6.204. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pengunjung melintas dekat layar monitor pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (2/1). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan saham 2019 menguat 10,4 poin atau 0,16% ke 6.204. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Bursa saham Asia bervariasi. Indeks saham Korea Selatan Kospi naik 1,36 persen, indeks saham Jepang Nikkei menguat 0,89 persen. Sementara itu, indeks saham Singapura melemah 0,07 persen dan indeks saham Taiwan susut 0,08 persen.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel