IHSG Menguat 0,35 Persen, Investor Asing Lepas Saham ICBP hingga KPIG

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu bertahan di zona hijau hingga penutupan sesi kedua perdagangan saham Selasa, (16/2/2021).

Mengutip data RTI, IHSG naik 22,07 poin atau 0,35 persen ke posisi 6.292,39. Indeks saham LQ45 menguat 0,06 persen ke posisi 959,88. Sebagian besar indeks saham acuan kompak menghijau.

Pada Selasa pekan ini, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.308,81 dan terendah 6.274,35. Sebanyak 236 saham menguat sehingga mengangkat IHSG ke zona hijau. 247 saham melemah dan 155 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham sekitar 1.351.327 kali dengan volume perdagangan 16,1 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 13,3 triliun. Investor asing jual saham Rp 246,56 miliar di pasar reguler. Posisi dolar Amerika Serikat terharap rupiah di kisaran 13.850.

Secara sektoral, sebagian besar sektor saham menghijau yang dipimpin sektor saham keuangan naik 0,83 persen, sektor saham pertanian mendaki 0,78 persen dan sektor saham perdagangan menanjak 0,61 persen.

Sementara itu, sektor saham konstruksi turun 0,85 persen dan sektor saham aneka industri turun 0,60 persen.

Gerak Saham

Pengunjung tengah melintasi layar pergerakan saham di BEI, Jakarta, Senin (13/2). Pembukaan perdagangan bursa hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat menguat 0,57% atau 30,45 poin ke level 5.402,44. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pengunjung tengah melintasi layar pergerakan saham di BEI, Jakarta, Senin (13/2). Pembukaan perdagangan bursa hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat menguat 0,57% atau 30,45 poin ke level 5.402,44. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Saham-saham yang menjadi top gainers atau menguat tajam antara lain saham KPIG naik 34,31 persen ke posisi Rp 184 per saham, saham BNBA melonjak 24,67 persen ke posisi Rp 935 per saham, saham BANK naik 23,76 persen ke posisi Rp 1.120 per saham, saham EDGE menanjak 20 persen ke posisi Rp 21.900 per saham, dan saham ITIC meroket 18,85 persen ke posisi Rp 725 per saham.

Sedangkan saham-saham yang tertekan tajam atau top losers antara lain saham PLAN turun 9,89 persen, saham BLTZ tergelincir 7 persen, saham IMJS susut 6,91 persen, saham LPGI turun 6,9 persen, saham MPRO melemah 6,9 persen dan saham POLA merosot 6,86 persen.

Aksi Investor Asing

Suasana di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (2/11/2015). Pelemahan indeks BEI ini seiring dengan melemahnya laju bursa saham di kawasan Asia serta laporan kinerja emiten triwulan III yang melambat. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)
Suasana di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (2/11/2015). Pelemahan indeks BEI ini seiring dengan melemahnya laju bursa saham di kawasan Asia serta laporan kinerja emiten triwulan III yang melambat. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Investor asing masih mencatatkan aksi beli di sejumlah saham antara lain saham BBCA sebanyak Rp 69,4 miliar, saham BBNI sebanyak Rp 67,5 miliar, saham UNVR sebanyak Rp 19,3 miliar, saham CPIN sebanyak Rp 12,5 miliar dan saham BTPS sebanyak Rp 6,8 miliar.

Sedangkan saham-saham yang dilepas investor asing antara lain saham ICBP sebanyak Rp 85,8 miliar, saham BMRI sebanyak Rp 81,8 miliar, saham ASII sebanyak Rp 56,9 miliar, saham BBRI sebanyak Rp 48,6 miliar, saham KPIG sebanyak Rp 33,9 miliar.

Bursa Saham Asia

Orang-orang berjalan melewati layar monitor yang menunjukkan indeks bursa saham Nikkei 225 Jepang dan lainnya di sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo, Senin (10/2/2020). Pasar saham Asia turun pada Senin setelah China melaporkan kenaikan dalam kasus wabah virus corona. (AP Photo/Eugene Hoshiko)
Orang-orang berjalan melewati layar monitor yang menunjukkan indeks bursa saham Nikkei 225 Jepang dan lainnya di sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo, Senin (10/2/2020). Pasar saham Asia turun pada Senin setelah China melaporkan kenaikan dalam kasus wabah virus corona. (AP Photo/Eugene Hoshiko)

Bursa saham Asia cenderung menguat. Indeks saham Hong Kong Hang Seng menanjak 1,9 persen, indeks saham Korea Selatan menguat 0,40 persen, indeks saham Thailand naik 0,28 persen, dan indeks saham Singapura bertambah 0,23 persen.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini