IHSG menguat pasca ditandatanganinya paket stimulus oleh Trump

Ahmad Wijaya
·Bacaan 2 menit

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin sore ditutup menguat pasca ditandatanganinya paket stimulus oleh Presiden AS Donald Trump.

IHSG ditutup menguat 84,85 poin atau 1,41 persen ke posisi 6.093,55. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 19,1 poin atau 2,04 persen ke posisi 955,9.

"Efek positif dari aksi window dressing maupun Santa Claus Rally membuat IHSG ditutup di zona positif. Market juga mengapresiasi penandatanganan Trump terhadap program penanggulangan COVID-19 yakni aid bill sebesar 2,3 triliun dolar AS," kata analis Bina Artha Sekuritas M Nafan Aji Gusta di Jakarta, Senin.

Window dressing adalah strategi yang dilakukan oleh manajer investasi maupun perusahaan terbuka untuk mempercantik portofolio atau performa laporan keuangan sebelum ditampilkan kepada para pemegang saham.

Sedangkan fenomena Santa Claus rally adalah meningkatnya harga saham di pekan terakhir Desember dan awal Januari.

Trump akhirnya menandatangani undang-undang bantuan pandemi dan anggaran pengeluaran senilai 2,3 triliun dolar AS atau setara Rp32.530 triliun. Paket anggaran itu termasuk 1,4 triliun dolar AS atau sekitar Rp19.823 triliun untuk pendanaan badan negara.

Jika Trump tidak menandatanganinya, penutupan pemerintahan atau government shutdown secara parsial akan terjadi pada Selasa (29/12) esok, yang dapat memberikan risiko terhadap pemasukan jutaan pegawai pemerintahan.

Selain itu, lanjut Nafan, para pelaku pasar juga mengapresiasi peran pemerintah dalam mengajag stabilitas fundamental makroekonomi domestik yang inklusif dan berkesinambungan.

"Market juga mengapresiasi bahwa WHO bahkan Pfizer telah memberikan pernyataan yang bersifat positif maupun optimis bahwa vaksin masih ampuh untuk mutasi COVID-19," ujar Nafan.

Dibuka menguat, IHSG mayoritas menghabiskan waktu di teritori positif hingga penutupan perdagangan bursa saham.

Secara sektoral, seluruh sektor meningkat dimana sektor pertanian paling tinggi yaitu 3,77 persen, diikuti sektor infrastruktur dan sektor industri dasar masing-masing 2,11 persen dan 1,89 persen.

Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi beli saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah beli bersih asing atau net foreign buy sebesar Rp206,68 miliar.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.171.108 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 25,04 miliar lembar saham senilai Rp16,08 triliun. Sebanyak 292 saham naik, 199 saham menurun, dan 134 saham tidak bergerak nilainya.

Sementara itu, bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei menguat 197,42 poin atau 0,74 persen ke 26.854,03, indeks Hang Seng turun 71,93 poin atau 0,27 persen ke 26.314,63, dan indeks Straits Times terkoreksi 1,78 atau 0,06 persen ke 2.840,26.

Baca juga: IHSG diprediksi bergerak positif pada pekan perdagangan terakhir 2020
Baca juga: IHSG ditutup di zona merah jelang cuti bersama Natal