IHSG Parkir di Zona Merah, Investor Asing Kejar Saham ICBP hingga BBRI

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah ke zona merah pada perdagangan sesi pertama, Selasa (!3/7/2021). Pelemahan IHSG terjadi di tengah aksi beli saham investor asing.

Pada penutupan perdagangan sesi pertama, IHSG merosot 0,13 persen ke posisi 6.070. Indeks saham LQ45 tergelincir 0,23 persen ke posisi 842,43. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan. Awal sesi perdagangan, IHSG berada di posisi tertinggi 6.114,28 dan terendah 6.051.

Sebanyak 303 saham melemah sehingga menekan IHSG. 174 saham menguat dan 148 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan saham 763.217. Total volume perdagangan 12,3 miliar saham.

Nilai transaksi harian saham Rp 5,9 triliun. Investor asing beli saham Rp 19,20 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 14.466.

Sebagian besar sektor saham tertekan. Indeks sektoral saham IDXInfrastruktur melemah 1,19 persen. Diikuti IDXHealth susut 0,94 persen dan IDXTechno merosot 0,72 persen. Sementara itu, IDXnonsiklikal naik 0,56 persen, IDXProperty menanjak 0,40 persen dan IDXTransportasi menguat 0,29 persen.

Top Gainers dan Losers

Layar yang menampilkan informasi pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (8/6/2020).  Seiring berjalannya perdangan, penguatan IHSG terus bertambah tebal hingga nyaris mencapai 1,50 persen.   (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Layar yang menampilkan informasi pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (8/6/2020). Seiring berjalannya perdangan, penguatan IHSG terus bertambah tebal hingga nyaris mencapai 1,50 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Saham-saham yang masuk top gainers antara lain:

-Saham NASA naik 34,88 persen

-Saham NICL naik 34,07 persen

-Saham AMAR naik 24,44 persen

-Saham DNAR naik 19,83 persen

-Saham BGTG naik 18,25 persen

Saham-saham yang masuk top losers antara lain:

-Saham IPAC turun 9,9 persen

-Saham SKBM turun 7 persen

-Saham JECC turun 7 persen

-Saham BNLI turun 6,96 persen

-Saham SRAJ turun 6,96 persen

Aksi Investor Asing

Layar informasi pergerakan harga saham di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (14/10/2020). Pada pembukaan perdagangan pukul 09.00 WIB, IHSG masih naik, namun tak lama kemudian, IHSG melemah 2,3 poin atau 0,05 persen ke level 5.130, 18. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Layar informasi pergerakan harga saham di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (14/10/2020). Pada pembukaan perdagangan pukul 09.00 WIB, IHSG masih naik, namun tak lama kemudian, IHSG melemah 2,3 poin atau 0,05 persen ke level 5.130, 18. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Saham-saham yang dibeli investor asing antara lain:

-Saham ICBP senilai Rp 24,6 miliar

-Saham INCO senilai Rp 20,8 miliar

-Saham ASII senilai Rp 13,7 miliar

-Saham INDF senilai Rp 10,6 miliar

-Saham BBRI senilai Rp 8,1 miliar

Saham-saham yang dijual investor asing antara lain:

-Saham BBCA senilai Rp 37 miliar

-Saham TLKM senilai Rp 27,4 miliar

-Saham TCPI senilai Rp 15,8 miliar

-Saham AMRT senilai Rp 9,3 miliar

-Saham MNCN senilai Rp 6,9 miliar

Bursa Saham Asia

Pekerja duduk di depan layar grafik pergerakan saham di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (14/10/2020). Pada prapembukaan perdagangan Rabu (14/10/2020), IHSG naik tipis 2,09 poin atau 0,04 persen ke level 5.134,66. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pekerja duduk di depan layar grafik pergerakan saham di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (14/10/2020). Pada prapembukaan perdagangan Rabu (14/10/2020), IHSG naik tipis 2,09 poin atau 0,04 persen ke level 5.134,66. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Bursa saham Asia menguat. Indeks saham Hong Kong Hang Seng naik 1,73 persen, indeks Korea Selatan Kospi mendaki 0,77 persen, indeks saham Jepang Nikkei menguat 0,50 persen, indeks Thailand menanjak 1,16 persen.

Selain itu, indeks Shanghai menguat 0,32 persen, indeks Singapura menanjak 0,63 persen dan indeks Taiwan naik 0,19 persen.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel