IHSG Sentuh Posisi Tertinggi 6.714 pada Awal Sesi, Investor Asing Beli Saham BBRI hingga BANK

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan penguatan pada perdagangan Jumat pagi (12/11/2021). Gerak IHSG bahkan sentuh rekor baru pada awal sesi perdagangan dan investor asing masih melakukan aksi beli.

Pada pra pembukaan perdagangan, IHSG menguat 0,29 persen ke posisi 6.710,86. Pada pukul 09.00 WIB, IHSG naik 0,25 persen ke posisi 6.708. Indeks LQ45 menguat 0,26 persen ke posisi 960. Seluruh indeks saham acuan sebagian besar menghijau.

Jelang akhir pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 6.714,15 dan terendah 6.697,16. Sebanyak 223 saham menguat sehingga angkat IHSG. 98 saham melemah dan 207 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan 58.893 kali dengan volume perdagangan 1,3 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 546,5 miliar. Investor asing beli saham Rp 56 miliar di pasar regular.

Sebagian besar sektor saham menghijau. Indeks sektor saham IDXenergy melemah 0,34 persen, indeks sektor saham IDXtechno susut 0,23 persen dan indeks sektor saham IDXfinance susut 0,05 persen.

Sementara itu, indeks sektor saham IDXtransportasi melonjak 1,33 persen. Diikuti indeks sektor saham IDXindustry menguat 0,50 persen dan indeks sektor saham IDXhealth menguat 0,40 persen.

p>* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Top Gainers dan Losers

Suasana pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (10/2). (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Suasana pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (10/2). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Saham-saham yang masuk top gainers antara lain:

-Saham AYLS naik 25 persen

-Saham CSRA naik 13,78 persen

-Saham BNBA naik 12,17 persen

-Saham MTSM naik 9,71 persen

-Saham ATAP naik 9,62 persen

Saham-saham yang masuk top losers antara lain:

-Saham WAPO turun 6,92 persen

-Saham BSIM turun 6,85 persen

-Saham RONY turun 6,82 persen

-Saham YELO turun 6,75 persen

-Saham DIGI turun 6,50 persen

Aksi Investor Asing

Pejalan kaki melintas dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kawasan Jakarta, Senin (13/1/2020). IHSG menguat 0,34 persen atau 21 poin ke level 6.296 pada penutupan perdagangan Senin (13/1) sore ini. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pejalan kaki melintas dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kawasan Jakarta, Senin (13/1/2020). IHSG menguat 0,34 persen atau 21 poin ke level 6.296 pada penutupan perdagangan Senin (13/1) sore ini. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Saham-saham yang dibeli investor asing antara lain:

-Saham BBRI senilai Rp 18,5 miliar

-Saham MDKA senilai Rp 16,3 miliar

-Saham BBCA senilai Rp 10 miliar

-Saham BMRI senilai Rp 6,5 miliar

-Saham BANK senilai Rp 6,3 miliar

Saham-saham yang dijual investor asing antara lain:

-Saham TLKM senilai Rp 5,2 miliar

-Saham PGAS senilai Rp 3 miliar

-Saham UNVR senilai Rp 1,7 miliar

-Saham ARTO senilai Rp 2,1 miliar

-Saham SMGR senilai Rp 1,7 miliar

Bursa Saham Asia

Seorang pria melihat layar monitor yang menunjukkan indeks bursa saham Nikkei 225 Jepang dan lainnya di sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo, Senin (10/2/2020). Pasar saham Asia turun pada Senin setelah China melaporkan kenaikan dalam kasus wabah virus corona. (AP Photo/Eugene Hoshiko)
Seorang pria melihat layar monitor yang menunjukkan indeks bursa saham Nikkei 225 Jepang dan lainnya di sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo, Senin (10/2/2020). Pasar saham Asia turun pada Senin setelah China melaporkan kenaikan dalam kasus wabah virus corona. (AP Photo/Eugene Hoshiko)

Bursa saham Asia kompak menguat. Indeks Hang Seng naik 0,59 persen, indeks Korea Selatan Kospi memanjak 1,52 persen, indeks Jepang Nikkei mendaki 1,14 persen, indeks Shanghai menguat 0,11 persen, indeks Singapura bertambah 0,24 persen dan indeks Taiwan menanjak 0,65 persen.

Pada laporan Ashmore Asset Management Indonesia, IHSG mendatar pada penutupan perdagangan Kamis, 11 November 2021 ke posisi 6.691. Hal ini seiring investor mencerna data kenaikan inflasi dan imbal hasil obligasi Amerika Serikat.

Di sisi lain, imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun hanya naik 1,3 basis poin menjadi 6,17 persen. Rupiah sedikit terdepresiasi menjadi 14.317 per dolar AS.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel