IHSG Siang Anjlok 13 Poin

  • Cerita Investasi Ferdi Hasan Hingga Rugi Rp 12 M

    Cerita Investasi Ferdi Hasan Hingga Rugi Rp 12 M

    Tempo
    Cerita Investasi Ferdi Hasan Hingga Rugi Rp 12 M

    TEMPO.CO, Jakarta - Presenter kondang Ferdi Hasan menceritakan kisah investasi bodong yang dialaminya. Awalnya, Ferdi bertemu dengan financial planner bernama Ligwina Hananto. Ferdi kenal Wina--sapaan Ferdi untuk Ligwina--pertama kali pada 2006-2007. (Baca: Februari, Ligwina juga Dituding Lakukan Penipuan) …

  • Februari, Ligwina Juga Dituding Lakukan Penipuan

    Februari, Ligwina Juga Dituding Lakukan Penipuan

    Tempo
    Februari, Ligwina Juga Dituding Lakukan Penipuan

    TEMPO.CO, Jakarta - Bukan kali ini saja perencana keuangan, Ligwina Poerwo Hananto, dituding melakukan penipuan oleh nasabahnya. Pada Februari lalu, seorang nasabah bernama Hery membeberkan dugaan penipuan yang dilakukan Ligwina melalui surat pembaca sebuah harian nasional. (Baca:Rugi Rp 12 Miliar, Ferdi Hasan Laporkan Ligwina ke Polisi) …

  • AEKI: Tiongkok Pasar Kopi Potensial Bagi Indonesia

    Antara

    Jakarta (Antara) - Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) menyatakan Tiongkok merupakan pasar potensial ekspor biji kopi Indonesia dengan perkiraan rata-rata pertumbuhan per tahun mencapai 20 persen. "Dalam waktu lima hingga 10 tahun medatang, Tiongkok akan menjadi pasar strategis bagi Indonesia, kita akan terus perhatikan karena memang potensial untuk masa mendatang," kata Ketua Umum AEKI, Irfan Anwar, saat berbincang dengan wartawan di Jakarta, Selasa. ... …

INILAH.COM, Jakarta – IHSG tidak mampu keluar dari zona negatif. Aksi jual pada saham perkebunan membebani pergerakan bursa.

Pada perdagangan Rabu (5/9/2012) sesi pertama, IHSG ditutup anjlok 13,44 poin (0,33%) ke level 4.091,81. Demikian pula indeks saham unggulan LQ45 yang turun 1,02 poin (0,15%) ke level 703,341.

Perdagangan di Bursa Efek Indonesia didukung volume transaksi sebesar 3,786 juta lot lembar saham, senilai Rp1,399 triliun dan frekuensi 56.969 kali. Sebanyak 169 saham turun, 59 naik dan 82 tidak berubah.

Hampir semua sektor melemah, kecuali aneka industri, infrastruktur dan finansial. Sedangkan sektor perkebunan anjlok terbesar menacpai 2,12%. Disusul sektor properti yang turun 1,2%, tambang 0,9%, konsumen 0,8%, industri dasar 0,5% dan perdagangan 0,4%.

Namun, asing masih terlihat melakukan aksi beli, dengan nilai transaksi beli bersih (net foreign buy) mencapai Rp2,281miliar. Rinciannya adalah transaksi beli Rp615 miliar dan transaksi jual sebesar RP612 miliar.

Beberapa emiten yang melemah antara lain Astra Agro (AALI) turun Rp 650 ke Rp 20.850, Sarana Menara (TOWR) turun Rp 500 ke Rp 23.500, Mayora (MYOR) turun Rp 450 ke Rp 22.050, dan Unilever (UNVR) turun Rp 400 ke Rp 27.600.

Sedangkan emiten-emiten lain yang menguat antara lain Inti Bangun (IBST) naik Rp 575 ke Rp 2.900, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 550 ke Rp 38.450, Indosat (ISAT) naik Rp 300 ke Rp 5.450, dan Surya Citra (SCMA) naik Rp 250 ke Rp 10.350.

Memburuknya bursa regional juga menjadi sentimen negatif. Indeks Komposit Shanghai menipis 2,42 poin (0,12%) ke level 2.041,23, indeks Hang Seng anjlok 1,23% ke level 19.190,43, indeks Nikkei 225 turun 0,87% ke 8699,25. [ast]  

 

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...