IHSG Susut 0,50 Persen, Investor Asing Buru Saham TLKM hingga EXCL

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih betah di zona merah pada perdagangan saham Senin, (27/1/2021). Meski demikian, investor asing masih catatkan aksi beli.

Mengutip data RTI, IHSG turun 31 poin atau 0,50 persen ke posisi 6.109,16. Indeks saham LQ45 tergelincir 0,39 persen ke posisi 963,13. Seluruh indeks saham acuan kompak tertekan. Sebanyak 357 saham melemah sehingga menekan IHSG. 141 saham menguat dan 136 saham diam di tempat.

Secara sektoral, sebagian besar sektor saham melemah kecuali sektor saham pertanian menguat 2,48 persen, dan memimpin penguatan, sektor saham infrastruktur naik 1,82 persen dan sektor saham konstruksi mendaki 1,51 persen.

Sementara itu, sektor saham tambang melemah 1,84 persen, dan catatkan penurunan terbesar, sektor saham aneka industri turun 1,55 persen dan sektor saham manufaktur 1,25 persen.

Pada perdagangan saham Rabu pekan ini, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.154,60 dan terendah 5.998,89. Total frekuensi perdagangan 1.410.604 kali dengan volume perdagangan 19,1 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 19,6 triliun. Investor asing beli saham Rp 109,66 miliar. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 14.033.

Lalu saham apa saja yang dibeli investor asing pada Rabu pekan ini? Berikut saham-saham yang dibeli investor asing seperti dikutip dari data RTI:

Saham Telkom hingga EXCL

Layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Rabu (16/5). Sejak pagi IHSG terjebak di zona merah. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Rabu (16/5). Sejak pagi IHSG terjebak di zona merah. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

1.PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM)

Investor asing beli saham TLKM sebanyak Rp 140,7 miliar. Saham TLKM naik 3,68 persen ke posisi Rp 3.380 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 3.380 kali.

2.PT Bank Mandiri Tbk (BMRI)

Investor asing beli saham BMRI sebanyak Rp 128,6 miliar. Saham BMRI melemah 1,02 persen ke posisi Rp 7.300 per saham. Total frekuensi perdagangan 16.383 kali.

3.PT Ace Harware Tbk (ACES)

Investor asing beli saham ACES sebanyak Rp 22,4 miliar. Saham ACES melemah 1,54 persen ke posisi Rp 1.595 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 5.413 kali.

4.PT Astra International Tbk (ASII)

Saham ASII dibeli investor asing sebanyak Rp 18,2 miliar. Saham ASII melemah 1,18 persen ke posisi Rp 6.275 per saham. Total frekuensi perdagangan 11.534 kali.

5.PT XL Axiata Tbk (EXCL)

Investor asing beli saham EXCL sebanyak Rp 17,8 miliar. Saham EXCL menguat 2,62 persen ke posisi Rp 2.350 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 7.689 kali.

Saham TOWR hingga ACST

Pejalan kaki melintas dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kawasan Jakarta, Senin (13/1/2020). IHSG sore ini ditutup di zona hijau pada level 6.296 naik 21,62 poin atau 0,34 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pejalan kaki melintas dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kawasan Jakarta, Senin (13/1/2020). IHSG sore ini ditutup di zona hijau pada level 6.296 naik 21,62 poin atau 0,34 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

6.PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR)

Investor asing beli saham TOWR Rp 16 miliar. Saham TOWR turun 1,01 persen ke posisi Rp 985 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 7.536 kali.

7.PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA)

Investor asing beli saham MDKA sebanyak Rp 16 miliar. Saham MDKA melemah 3,21 persen ke posisi Rp 2.410 per saham. Total frekuensi perdagangan 10.733 klai.

8. PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN)

Saham MNCN melemah 1,79 persen dengan aksi beli investor asing Rp 9,8 miliar. Total frekuensi perdagangan 5.475 kali.

9. PT Indah Kiat Pulp and Papers Tbk (INKP)

Investor asing beli saham INKP sebanyak Rp 9,8 miliar. Saham INKP menguat 2,73 persen ke posisi Rp 13.150 per saham. Total frekuensi perdagangan 6.060 kali.

10. PT Acset Indonusa Tbk (ACST)

Saham ACST naik 0,50 persen ke posisi Rp 402 per saham. Transaksi investor asing mencapai Rp 9,5 miliar. Total frekuensi perdagangan 8.817 kali.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini