IHSG Tergelincir 0,86 Persen, Aksi Beli Investor Asing Sentuh Rp 1,5 Triliun

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) lesu pada sesi kedua perdagangan Selasa, (5/10/2021). Namun, investor asing justru melakukan aksi beli saham di seluruh pasar.

Pada penutupan perdagangan, IHSG melemah 0,86 persen ke posisi 6.288,04. Indeks LQ45 tergelincir 0,97 persen ke posisi 902,17. Seluruh indeks acuan kompak tertekan.

Pada Selasa pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 6.361,45 dan terendah 6.277,70. Sebanyak 331 saham melemah sehingga menekan IHSG. 191 saham menguat dan 138 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan 1.737.444 kali dengan volume perdagangan 30,9 miliar saham. Nilai transaksi harian Rp 17,6 triliun. Investor asing beli saham Rp 1,58 triliun di seluruh pasar. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 14.233.

Sebagian besar sektor saham tertekan. Indeks sektoral IDXinfrastruktur merosot 2,5 persen dan bukukan penurunan terbesar.

Diikuti indeks sektoral IDXtechno melemah 2,12 dan IDXbasic merosot 2,09 persen. Sementara itu, IDXenergy naik 1,04 persen dan IDXnonsiklikal menanjak 0,82 persen.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Top Gainers dan Losers

Pengunjung melintas di papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta, Rabu (15/4/2020). Pergerakan IHSG berakhir turun tajam 1,71% atau 80,59 poin ke level 4.625,9 pada perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Pengunjung melintas di papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta, Rabu (15/4/2020). Pergerakan IHSG berakhir turun tajam 1,71% atau 80,59 poin ke level 4.625,9 pada perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Saham-saham yang masuk top gainers antara lain:

-Saham BIMA naik 34,55 persen

-Saham CINT naik 26,98 persen

-Saham PNSE naik 24,73 persen

-Saham FITT naik 24,61 persen

-Saham PUDPP naik 19,29 persen

Saham-saham yang masuk top losers antara lain:

-Saham RUNS melemah 9,82 persen

-Saham UVCR melemah 9,68 persen

-Saham MGLV melemah 9 persen

-Saham IDEA melemah 8,08 persen

-Saham DMMX melemah 6,98 persen

Aksi Investor Asing

Layar sekuritas menunjukkan data-data saat kompetisi Trading Challenge 2017 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (7/12). Kompetisi Trading Challenge 2017 ini sebagai sarana untuk menciptakan investor pasar modal berkualitas. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Layar sekuritas menunjukkan data-data saat kompetisi Trading Challenge 2017 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (7/12). Kompetisi Trading Challenge 2017 ini sebagai sarana untuk menciptakan investor pasar modal berkualitas. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Saham-saham yang dibeli investor asing antara lain:

-Saham BBRI senilai Rp 370,3 miliar

-Saham BMRI senilai Rp 101 miliar

-Saham BBCA senilai Rp 80,4 miliar

-Saham CTRA senilai Rp 59,2 miliar

-Saham UNTR senilai Rp 50,8 miliar

Saham-saham yang dijual investor asing antara lain:

-Saham MDKA senilai Rp 85,7 miliar

-Saham ARTO senilai Rp 50,9 miliar

-Saham TLKM senilai Rp 34,9 miliar

-Saham ABMM senilai Rp 17,9 miliar

-Saham ITMG senilai Rp 17 miliar

Bursa Asia

Seorang wanita berjalan melewati layar monitor yang menunjukkan indeks bursa saham Nikkei 225 Jepang dan lainnya di sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo, Senin (10/2/2020). Pasar saham Asia turun pada Senin setelah China melaporkan kenaikan dalam kasus wabah virus corona. (AP Photo/Eugene Hoshiko)
Seorang wanita berjalan melewati layar monitor yang menunjukkan indeks bursa saham Nikkei 225 Jepang dan lainnya di sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo, Senin (10/2/2020). Pasar saham Asia turun pada Senin setelah China melaporkan kenaikan dalam kasus wabah virus corona. (AP Photo/Eugene Hoshiko)

Bursa Asia sebagian besar tertekan. Indeks Thailand naik 0,50 persen, indeks Hang Seng menguat 0,28 persen dan indeks Taiwan menanjak 0,32 persen. Indeks Jepang Nikkei turun 2,19 persen, indeks Korea Selatan Kospi susut 1,89 persen dan indeks Singapura merosot 0,85 persen.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel