IHSG terkoreksi menanti rilis data inflasi AS

Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu pagi terkoreksi seiring pelaku pasar yang menunggu rilis data inflasi Amerika Serikat.

IHSG dibuka melemah tipis 0,36 poin atau 0,01 persen ke posisi 6.717,93. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 0,15 poin atau 0,02 persen ke posisi 949,35.

"Fokus investor tertuju menanti laporan inflasi dari data CPI di AS pada Rabu ini. Merespon pergerakan bursa global dan melemahnya harga komoditas, IHSG berpeluang bergerak terbatas pada hari ini di kisaran 6.701-6.789," tulis Tim Riset Lotus Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Rabu.

Baca juga: IHSG ditutup melemah, dipicu kebijakan Fed dan gelombang baru COVID-19

Bursa ekuitas AS melemah pada Selasa (12/7) kemarin, seiring kekhawatiran atas pertumbuhan ekonomi global dan menunggu rilis data inflasi Juni.

PepsiCo melaporkan kinerja keuangan hari ini waktu setempat, di mana pendapatan dan laba bersihnya melampaui ekspektasi. PepsiCo juga meningkatkan proyeksi pendapatannya pada tahun ini. Delta Air Lines dan JPMorgan juga akan merilis kinerja keuangannya pekan ini.

Fokus saat ini tertuju pada risiko penurunan pada perkiraan pendapatan karena perusahaan bergulat dengan kenaikan suku bunga dan tekanan inflasi yang lebih besar, serta kemungkinan adanya resesi.

Di tengah risiko tersebut, investor menghindari aset berisiko yang menyebabkan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun 9 basis poin menjadi 2,9 persen. Kurva imbal hasil antara obligasi tenor 2 tahun dan 10 tahun yang terbalik, kembali terjadi setelah April lalu.

Baca juga: BI siap sesuaikan bunga acuan jika ada tanda peningkatan inflasi inti

Secara historis, pembalikan kurva imbal hasil menjadi leading indicator bahwa ekonomi AS akan segera memasuki resesi.

Dari komoditas, harga minyak mentah melemah, dengan Brent melemah 7,1 persen menjadi 99,49 dolar AS per barel dan West Texas Intermediate (WTI) melemah 7,9 persen ke level 95,84 dolar AS per barel.

Pelemahan terjadi seiring kebijakan pengendalian COVID-19 China yang diterapkan kembali, serta ketakutan atas perlambatan ekonomi global, yang memberatkan prospek permintaan terhadap minyak.

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain indeks Nikkei melemah 80,51 poin atau 0,31 persen ke 26.417,17, indeks Hang Seng turun 54,03 poin atau 0,26 persen ke 20.898,77, dan indeks Straits Times meningkat 10,12 poin atau 0,32 persen ke 3.135,65.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel