Ikamat jembatani kerja sama Provinsi Aceh-Turki

Agus Salim

Ikatan Masyarakat Aceh di Turki (Ikamat) akan menjembatani kerja sama antara Provinsi Aceh dengan Pemerintah Turki dalam upaya meningkatkan kemitraan bidang kebudayaan, sejarah, pendidikan dan pariwisata.

"Kami selaku mahasiswa Aceh di Turki sangat mendukung dan akan membantu semaksimal mungkin untuk mempromosikan Aceh dalam membangun kerja sama," kata Ketua Ikamat, Haykal dihubungi dari Banda Aceh, Jumat.

Dia menyebutkan, pihaknya pada awal November 2019 mengadakan pameran sejarah dan kebudayaan Aceh di Istanbul Turki, dalam upaya merawat sejarah serta berbagai budaya yang dimiliki daerah tersebut.

Baca juga: IKAMAT pamerkan sejarah dan budaya Aceh di Turki

Kegiatan itu dibuka oleh Duta Besar Indonesia untuk Turki Lalu Muhammad Iqbal, serta dihadiri istri Plt Gubernur Aceh Dyah Erti Idawati, Wakil Ketua DPRA Dalimi, serta Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Jamaluddin dan mahasiswa internasional lainnya.

"Pak Iqbal sangat mengapresiasi acara ini, beliau sangat bangga dengan Ikamat yang telah memenuhi salah satu mimpi beliau yaitu memperkenalkan dan mempererat hubungan Indonesia-Turki melalui ruang sejarah dan budaya," katanya.

Haykal mengatakan, pihaknya juga mengajak delegasi Pemerintah Aceh untuk mengunjungi kantor utama Pemerintah Turki, di antaranya Museum Turkish and Islamic Art (TIEM), Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Istanbul, dan Fatih Sultan Mehmet Vakıf University.

Ia mengatakan dalam Museum Turkish and Islamic Art itu Pemerintah Aceh mencanangkan adanya kegiatan Pojok Aceh serta program studi banding yang membuat petugas museum Aceh bisa belajar di museum Turki tersebut.

Baca juga: Ulama Turki menziarahi makam ulama di Aceh

"Kalau di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Istanbul, Disbudpar Aceh mencoba memperluas kerjasama agar pameran wisata dan sejarah Aceh bisa dilakukan lagi tahun berikutnya. Pak kepala dinas mengajak kita untuk sama-sama mempromosikan budaya dan wisata Aceh di luar negeri," katanya.

Selain itu, dia menyebutkan hasil kunjungan ke Fatih Sultan Mehmet Vakif University nantinya akan muncul program pertukaran pelajar. Diharapkan universitas-universitas di Aceh dapat mengirim mahasiswa terbaiknya mengikuti program itu.

"Tentu kita sangat senang program yang dihasilkan ini. Semoga ada respon cepat dari Unsyiah, UIN Ar-Raniry, Unimal, UTU, dan beberapa kampus besar lain di Aceh untuk mengambil peluang bagus ini. Bisa dengan pengiriman dosen-dosen maupun mahasiswa," katanya.

Baca juga: Ikamat : Aceh ujung tombak hubungan Indonesia-Turki