Ikan Asin Berpengawet Mayat di Pasar Temon Kulonprogo

Laporan Wartawan Tribun Jogja, Singgih Wahyu Nugraha

TRIBUNNEWS.COM, KULONPROGO – Sebanyak 3,5 kilogram ikan asin berformalin ditemukan petugas gabungan dalam operasi pengawasan makanan di Pasar Temon, Kulonprogo, Senin (15/7/2013). Ikan berpengawet mayat itu didapatkan dari dua orang pedagang setelah petugas melakukan pengujian secara kuantitatif.

Operasi pengawasan itu dilakukan oleh tim gabungan dari Satpol PP bersama Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan (Diskepenak), serta Dinas Kesehatan. Berdasarkan pengujian, didapati tiga jenis ikan asin yang positif mengandung formalin, yakni jenis sriting, kacangan, dan pedo.

"Ketiganya memang jenis yang sering dijumpai positif mengandung formalin," ungkap Pengkonservasi Sumber Daya Laut, Diskepenak Kulonprogo, Isna Bahtiar.

Isna menjelaskan, kandungan formalin pada ketiga jenis ikan asin tersebut sekitar 20 ppm. Pihaknya merekomendasikan agar produk tersebut tidak dijual. Menurutnya, serendah apapun kandungan formalin tersebut tetap tidak boleh digunakan pada makanan karena berbahaya untuk kesehatan.

Menurut pengakuan pedagang, ikan asin yang diketahui berformalin itu berasal dari Pasar Purworejo dan Pasar Beringharjo Yogyakarta.

Petugas Seksi Penegakan Perundang-undangan Daerah Satpol PP Kulonprogo, Rokhgiarto mengatakan, adanya ikan dengan formalin itu melanggar Pasal 91 UU No 31/2004 UU tentang Perikanan. Pihaknya meminta dua pedagang tersebut untuk menukar barang kepada pedagang tengkulak tempatnya membeli.

"Tadi dibuat surat pernyataan, kalau didapati masih menjual barang yang sama akan kita bawa ke kantor untuk dimusnahkan," jelasnya.

Baca Juga:

Dinkes Banyuasin Sita Tahu dan Mie Berformalin

Sudin Peternakan Razia Ayam Berformalin di Pasar Kebayoran

1,1 Ton Mi Berformalin Disita di Pekalongan

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Apakah kandidat nama cawapres Jokowi yang beredar sekarang sudah sesuai dengan harapan Anda?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat