Ikan Lele hingga Monyet, Ini 5 Serangan Fatal Hewan terhadap Manusia

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta - Banyak hewan dapat menjadi teman baik bagi manusia. Namun, dalam beberapa kasus, mereka juga bisa menjadi pembunuh.

Walaupun bukan sepenuhnya salah hewan tersebut, sejumlah kasus di bawah ini merupakan mimpi buruk banyak orang.

Dikutip dari ListVerse, Jumat (21/5/2021), berikut adalah lima serangan fatal akibat hewan:

1. Hiu

Ilustrasi hiu. (Pixabay)
Ilustrasi hiu. (Pixabay)

Sharm El Sheikh adalah kota tepi pantai di Mesir dan merupakan pusat industri pariwisata negara tersebut. Namun, reputasi tempat tersebut rusak pada 2010 saat terjadi lima serangan hiu.

Pada tanggal 1 Desember, seekor hiu menyerang Olga Martynenko (48) dan melukai tulang punggung dan anggota tubuhnya. Para saksi yang ada di pantai tersebut kemudian menyeretnya ke tempat yang aman.

Beberapa menit kemudian, Lyudmila Stolyarova (70) kehilangan kaki dan lengannya.

Belum selesai, Yevgeniy Trishkin (54), diserang dan kehilangan sebagian kakinya. Korban yang terakhir, Viktor Koliy (46), juga kehilangan satu kaki.

Setelah sejumlah serangan itu, pantai segera ditutup dan pemerintah segera memanggil para ahli untuk menyelidiki. Dua ekor hiu ditangkap dan pantai dibuka kembali pada 4 Desember.

Namun, keesokan harinya, seorang wanita asal Jerman berusia 71 tahun diserang dan menjadi satu-satunya korban yang meninggal karena hiu tersebut.

Para ahli berteori bahwa penangkapan ikan berlebihan dapat menjadi faktor perubahan perilaku hiu di daerah tersebut. Perusahaan selam juga dituduh memberi makan hiu untuk menarik minat para wisatawan.

Bangkai domba yang dibuang dari perahu selama Idul Adha juga bisa saja menarik perhatian hiu ke pantai.

2. Gajah

Allen Campbell adalah penjaga kebun binatang berpengalaman yang menjadi konsultan tentang wahana di Amerika Serikat (AS).

Ia digambarkan sebagai pekerja keras oleh rekan-rekannya, dan impian terbesarnya adalah melatih gajah di sirkus.

Campbell membuat perubahaan positif pada program gajah di Baton Rouge dengan bersikeras bahwa hewan-hewan itu diberi makan setiap hari dan kandang mereka dibersihkan dua kali sehari, tetapi ia dipecat dari kebun binatang yang berbeda setelah dituduh melakukan pelecehan terhadap hewan.

Pada Agustus 1994, Campbell yang sedang bekerja di pertunjukan sirkus di Honolulu, Hawaii, diserang oleh seekor gajah betina bernama Tyke.

Tyke sendiri pernah dianiyaya oleh pelatihnya dan sempat melarikan diri dua kali pada 1993, tetapi ditangkap kembali.

Awalnya, Tyke menyerang penata rias Dallas Beckwith di depan ribuan penonton. Saat Campbell berusaha untuk membantu, ia terlempar ke bawah belalainya dan dihancurkan sampai tewas.

Tyke kemudian lari keluar dari tengah dan humas sirkus Steve Hirano terluka parah, yang mencoba untuk menutup gerbang.

Setelah setengah jam mengejar di jalanan, petugas polisi menembak Tyke delapan puluh enam kali dan membunuhnya.

Kasusnya menjadi rumit ketika Campbell yang berusia 37 tahun ditemukan memiliki alkohol dan kokain dalam sistemnya selama otopsi. Setelah insiden ini, LA Times melaporkan bahwa penanganan gajah adalah pekerjaan paling berbahaya di Amerika Serikat.

3. Monyet

Ilustrasi mimpi, monyet. (Photo by Jamie Haughton on Unsplash)
Ilustrasi mimpi, monyet. (Photo by Jamie Haughton on Unsplash)

Mantan Wakil Wali kota New Delhi, Surinder Singh Bajwa, diserang oleh sekelompok monyet rhesus pada 20 Oktober 2007 saat ia sedang berdiri di balkon rumahnya.

Bajwa lalu jatuh dari balkon rumahnya saat mencoba untuk melawan dan meninggal karena cedera di kepala sehari kemudian.

4. Buaya

Ilustrasi Buaya (unsplash.com/ Vish K)
Ilustrasi Buaya (unsplash.com/ Vish K)

Dr. Richard Root adalah seorang profesor perguruan tinggi, kepala kedokteran di Harborview Medical Center, dan pakar penyakit menular nasional di AS.

Ia sempat meninggalkan pekerjaannya untuk sementara saat istrinya sakit. Setelah istrinya meninggal, Root sempat mengalami depresi.

Beberapa tahun kemudian, ia bertemu dengan istri keduanya dan kembali masuk ke bidang medis dengan energi baru. Root dan pengantin barunya diundang dalam program medis dua bulan di Botswana, Afrika Selatan, yang dijalankan oleh University of Pennsylvania.

Saat di sana, Root dan istrinya memutuskan untuk mengikuti tur kano di Sungai Limpopo di Cagar Alam Tuli untuk mengamati satwa liat setempat.

Mereka masing-masing berada di kano individu dengan dua pemandu mengikuti mereka ketika seekor buaya lompat dan menarik Root ke dalam air dan tidak pernah kembali lagi.

Pakar setempat mengatakan kepada direktur program medis bahwa belum pernah ada serangan buaya di sungai itu sebelumnya.

Selama hidupnya, Root menginspirasi banyak mahasiswa kedokteran, dan telah terpilih sebagai Teacher of The Year di Sekolah Kedokteran Yale pada 1982.

5. Ikan Lele

Ikan lele goonch dapat tumbuh hampir sepanjang dua meter dan berat 90 kilogram. Umumnya, mereka memakan ikan yang lebih kecil, tetapi di Sungai Kali Besar ikan lele ini mungkin telah mengembangkan pola makan lain.

Sungai yang terletak di antara India dan Nepal ini sering digunakan untuk membuang jenazah manusia setelah di kremasi dan beberapa orang percaya bahwa hal tersebut yang mendorong ikan lele itu mempunyai cita rasa terhadap daging manusia.

Pada bulan April 1998, Dil Bahadur (17) diseret ke bawah air di depan pacarnya. Tiga bulan kemudian, seorang anak laki-laki lainnya ditarik juga di depan ayahnya.

Beberapa tahun setelah itu, pada 2007, seorang anak laki-laki berusia 18 tahun menghilang di sungai tersebut dan tidak satu pun dari tubuh korban berhasil ditemukan.

Infografis Ramai-Ramai Tangguhkan Vaksin AstraZeneca, Ada Apa?

Infografis Ramai-Ramai Tangguhkan Vaksin AstraZeneca, Ada Apa? (Liputan6.com/Trieyasni)
Infografis Ramai-Ramai Tangguhkan Vaksin AstraZeneca, Ada Apa? (Liputan6.com/Trieyasni)