IKATIF Trisakti Gelar DIGIFest 2022

Merdeka.com - Merdeka.com - Berupaya menjadi wadah diskusi para pelaku industri digital dan perusahaan rintisan (startup) di Tanah Air, Ikatan Alumni Teknik Informatika Universitas Trisakti (IKATIF-USAKTI) menggelar DIGIFest 2022 pada 2-9 November 2022.

Ketua IKATIF Universitas Trisakti Panca Aditya menjelaskan bahwa acara bertema 'Let’s Inspired from the Expert' ini berangkat dari pemikiran para alumni Teknik Informatika Trisakti yang melihat dan merasakan sendiri bagaimana dinamika menjalankan sebuah perusahaan berbasis digital.

Sebab, membangun sebuah perusahaan berbasis digital dari startup sampai berstatus establish tidak lah semudah membalikkan telapak tangan. Para pelaku industri membutuhkan banyak ide, insight, juga ketahanan mental dalam mengarungi perjalanan mengembangkan bisnis.

"Maka dibuatlah event DIGIFest by IKATIF TRISAKTI ini sebagai event dengan target audience mahasiswa, dosen, alumni dan siapapun untuk mencari, ide, inspirasi dari orang - orang yang sudah memiliki kapabilitas juga jam terbang yang tangguh di dunia digital," ujar dia dalam keterangannya,Jumat (4/11).

DIGIFest by IKATIF bekerja sama dengan Telkomsel dan Mustika Eka Unggul. Telkomsel merupakan perwakilan perusahaan yang secara konsisten memberikan program dukungan kepada startup digital melalui NextDev.

Sementara itu, Mustika sebagai perusahaan pemberi layanan messaging A2P, merupakan mitra yang tepat dalam berbagi pengalaman soal ekosistem digital.

"Alumni Teknik Informatika Trisakti juga telah melahirkan banyak Digitalpreneur yang sudah dapat diperhitungkan baik dalam skala Nasional maupun Global. Beberapa alumni tersebut kami pilih untuk menjadi pembicara di rangkaian acara DIGIFest by IKATIF," tambahnya.

Pada hari pertama, Rabu (2/11), GM CSR Telkomsel Andry P Santoso dan Manager CSR & Public Community Development Telkomsel Hadi Sucipto akan berbagi mengenai program NextDev Telkomsel dan bagaimana peserta bisa mendapatkan informasi, menjadi bagian dalam program untuk bertarung ide dan gagasan soal berbagai solusi digital.

Adapun, CEO Jejakin Arfan Arlanda (Alumni TIF 99) pada Senin (07/11) akan berbagi soal pengalaman Jejakin bekerja sama dengan Gojek dan Telkomsel dalam menghitung carbon footprint dan mengonversinya menjadi carbon offset.

Terlebih, karbon dan emisinya sudah menjadi isu global, dan Jejakin salah satu pioneer di Indonesia untuk membuat solusi melalui digitalisasi, dan bagaimana kontribusi dari solusi ini terhadap lingkungan.

Selepas itu, CEO Klinik Pintar Harya Bimo (Alumni TIF 97) akan berbagi cerita soal dua startup yang dibangunnya yang sudah mendapatkan support investment, yaitu Qasir dan Klinik Pintar. Peserta dapat belajar bagaimana membangun sebuah startup digital yang layak bagi investor untuk dikembangkan.

Giliran CEO Mustika Reza Eka Pahlevi (Alumni TIF 97) yang pada Rabu (9/11/) akan berbagi soal bagaimana membangun sebuah perusahaan dan kemudian menjadi pemain global membutuhkan strategi, membaca momentum, dan keyakinan bulat. Pasalnya, Reza sendiri telah membawa Mustika menjadi global player messaging A2P, berdiri di beberapa negara dan juga menjadi market leader di Indonesia.

Terakhir, CEO Provident Capital Datacenter Setyanto Hantoro pada Jumat (11/11) akan memberikan gambaran soal investor perspective, dan bagaimana memilih sebuah startup yang layak untuk diberikan guyuran dana investasi. [faz]