Ikhtiar Pemda Garut Mencari Bibit Qoriah Internasional di Tengah Pandemi Covid-19

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Garut - Masa pandemi Covid-19 tak menghalangi Pemerintah Daerah (Pemda) Garut, Jawa Barat untuk menggelar lomba Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) XLIII Tingkat Kabupaten Garut, di Pondok Pesantren (Ponpes) Darussalam, Kecamatan Kersamanah.

Selain membumikan Al-Qur'an, kejuaraan itu diharapkan mampu menghasilkan qoriah unggul baik tingkat nasional hingga internasional dari tanah Pangirutan kota Intan Garut.

Bupati Garut Rudy Gunawan mengatakan, MTQ ini merupakan program rutin yang diselenggarakan Pemda Garut, untuk membumikan Al-Qur'an di tengah masyarakat Garut.

“Ya ini kan (merupakan) sesuatu yang rutin tapi ini mempunyai istimewa kebangkitan moralitas aklhakul karimahnya ditingkatkan dengan membumikan Al-Qur’an,” ujarnya.

Dengan upaya itu, Rudy berharap semakin banyak lagi masyarakat yang mampu menghafal Al-Qur’an (hafidz) dan mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Yang lebih penting pembaca Al-Qur’an lebih bagus pendalaman terhadap arti dan makna dari Al-Qur’an sebagai rahmatan lilalamin,” kata dia.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Cabang Lomba

Ketua Penyelenggara kegiatan Suherman menambahkan, kejuaraan MTQ XLIII kali ini diikuti 586 peserta dari 42 kecamatan di Garut yang berlangsung selama empat hari 16 November mendatang.

Beberapa cabang yang dilombakan, diantaranya Tilawah (qori-qoriah), Tahfidz, Tafsir (mufassir-mufassiroh), Kaligrafi, dan lain-lain dengan kategori peserta anak-anak, remaja dewasa, dan cacat netra.

“Juara MTQ pada tahun sebelumnya diraih oleh Kecamatan Leles,” ujar dia.

Selain mampu membumikan Al-Qur'an, kejuaraan MTQ diharapkan mampu menghasilkan qoriah unggul baik tingkat nasional hingga internasional dari Garut. “Sejak dulu Garut terkenal menghasilkan qoriah yang diakui kualitasnya di Indonesia,” kata dia.

Pimpinan Pondok Pesantren Darussalam KH Asep Sholahuddin Mu’thie selaku tuan rumah kejuaraan mengatakan, selama kejuaraan berlangsung, seluruh peserta wajib mematuhi protokol kesehatan (prokes) yang ketat, untuk menghindari penyebaran Covid-19 di lingkungan pondok pesantren.

“Mudah-mudahan penyelenggaraan musabaqoh ini berjalan dengan lancar,” kata dia.

Saksikan Video Pilihan Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel