Ikhwanul Muslimin Tak Terima Disebut Teroris oleh Arab Saudi

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Riyadh - Dewan ulama senior di Kerajaan Arab Saudi menegaskan bahwa Ikhwanul Muslimin (Muslim Brotherhood) adalah kelompok teroris. Ikhwanul juga dianggap memakai agama untuk mencari kekuasaan.

Ikhwanul Muslimin menentang pernyataan ulama senior Saudi. Juru bicara Ikhwanul berkata kelompoknya bersifat reformis.

"Ikhwanul bukan teroris," ujar jubir Ikhwanul Muslimin, Talat Fehmi, seperti dikutip Anadolu Agency, Kamis (12/11/2020).

"Ikhwanul, yang didirikan di Mesir pada 1928, adalah jauh dari kekerasan, teror, dan memecah belah umat," lanjutnya.

Ulama senior Saudi menyebut Ikhwanul Muslimin menebarkan kekerasan. Talat Fehmi berkata sejak Ikhwanul Muslimin berdiri, organisasi itu mengajak masyarakat kembali ke Allah menggunakan cara-cara yang baik.

Ia juga menegaskan bahwa Ikhwanul Muslimin merupakan korban dari kekerasan dan rezim diktator.

Pernyataan Ulama Senior di Arab Saudi

Ilustrasi bendera Arab Saudi (AFP Photo)
Ilustrasi bendera Arab Saudi (AFP Photo)

Ulama senior Arab Saudi sepakat bahwa Ikhwanul Muslimin (Muslim Brotherhood) tidak mencerminkan Islam. Grup itu juga ditegaskan sebagai kelompok teroris.

Menurut laporan Arab News, Rabu 11 November 2020, Dewan Ulama Senior Saudi berkata Ikhwanul Muslimin mengganggu kebersamaan di dalam negara dan melakukan penghasutan untuk meraih kekuasaan.

Ikhwanul Muslimin dituding menggunakan kedok agama untuk mencari kekuasaan. Ulama senior Saudi menyebut kelompok itu memiliki sejarah ekstremisme dan terorisme.

Saudi Press Agency lantas melaporkan bahwa Dewan Ulama Senior melarang bentuk dukungan apapun kepada Ikhwanul Muslimin.

Sejak 2014, Kerajaan Arab Saudi telah memasukan Ikhwanul Muslimin ke daftar hitam sebagai organisasi teroris. Masyarakat dilarang masuk ke anggota itu atau memberikan simpati dalam bentuk lisan atau tulisan.

Hubungan Saudi dan Ikhwanul Muslimin

Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud. (Saudi Press Agency, via AP)
Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud. (Saudi Press Agency, via AP)

Dewan ulama Saudi menyebut Ikhwanul Muslimin menginspirasi terbentuknya banyak kelompok ekstremis dan teroris yang bertanggung jawab pada kejahatan di dunia.

Masyarakat lantas diminta awas terhadap Ikhwanul Muslimin dan aktivitasnya.

Ikhwanul Muslimin dibentuk di Mesir pada 1928 oleh Hasan Al Banna. Muhammad Mursi adalah salah satu tokoh dari Ikhwanul Muslimin. Ia menjadi presiden pada Juni 2012 dan dilengserkan setahun kemudian.

Menurut The Washington Institute, dulu hubungan Arab Saudi dan Ikhwanul Muslimin sebetulnya cukup hangat. Hasan Al Banna disambut dengan baik oleh Raja Faisal.

Hubungan Saudi dan Ikhwanul mulai panas selama satu dekade terakhir karena masalah ideologi politik. Arab Saudi juga mendukung pelengseran Presiden Mursi.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: