Iklan media sosial 'berbentuk artikel' adalah masalah, kata eksekutif media Vivek Shah

Iklan yang paling memprihatinkan di media sosial adalah yang "berbentuk artikel," kata Vivek Shah, yang menjalankan J2 Global, sebuah perusahaan periklanan dan media yang memiliki beberapa situs termasuk Mashable, IGN, dan PCMag.

Iklan-iklan menyesatkan yang diposting di media sosial oleh tim kampanye keterpilihan kembali Presiden Donald Trump musim gugur yang lalu memicu kemarahan atas kebijakan Facebook (FB) yang memungkinkan adanya iklan politik palsu pada platform ini dan menyebabkan saingannya Twitter (TWTR) melarang sama sekali iklan politik dari situs ini.

Namun sebagai tanggapan atas pertanyaan tentang kontroversi itu, Shah mengatakan platform-platform media sosial menghadapi sendiri masalah iklan yang lebih besar.

"Saya pikir tantangan yang paling bermasalah adalah iklan yang diperlakukan sebagai artikel yang kemudian bisa diperkuat melalui sistem periklanan di dalam media sosial," kata dia. “Saya pikir itu masalah karena saya kira orang mengira mereka sedang membaca konten, jurnalisme. Bukan iklan yang benar-benar iklan."

"Saya kira banyak orang harus mendefinisikan iklan," tambah dia.

"Kami menemukan cara-cara yang efektif pada berbagai platform," kata dia. "Saya cenderung menemukan bahwa mereka menyukai kualitas dan mereka menyukai premium."

Shah mengemukakan hal ini dalam sebuah wawancara yang disiarkan dalam episode “Influencer with Andy Serwer” dari Yahoo Finance.

J2 Global menghasilkan pendapatan sekitar satu miliar dolar per tahun, dan sudah melakukan lebih dari 170 akuisisi sejak didirikan pada 1995. Sebelum posisinya saat ini, Shah menjabat CEO Ziff Davis.

Tahun lalu, ia menempati peringkat kesepuluh dalam daftar CEO dengan bayaran tertinggi Equilar versi New York Times, yang menghasilkan kompensasi tahunan sekitar 45 juta dolar.

Shah mengatakan perangkat dan platform yang diproduksi oleh teknologi besar merupakan sumber penting pembaca untuk situs milik J2 Global.

"Google adalah sumber lalu lintas terbesar bagi kami," tambah dia seraya mencatat peran Apple bahwa "Ketika Anda melihat volume traffic yang datang melalui iPhone dan perangkat iOS, itu menakjubkan."

"Itu semua penting bagi kami," kata dia.