Ikon esports Jian "Uzi" Zihao pensiun akibat stres dan obesitas

Aditya Eko Sigit Wicaksono

Ikon esports yang merupakan pemain League of Legends asal China, Jian "Uzi" Zihao, memutuskan untuk pensiun di usianya yang baru menginjak 23 tahun dari arena kompetisi karena masalah kesehatan, termasuk di antaranya stres dan obesitas.

Uzi merupakan pemain andalan tim esports Royal Never Give Up (RNG), dan keputusannya pensiun pun sempat menjadi pembicaraan populer di Twitter dan Weibo di China.

"Dengan berat hati, saya mengumumkan bahwa saya mengundurkan diri," tulis Uzi kepada hampir lima juta pengikutnya di Weibo sebagaimana dikutip AFP, Rabu.

"(Saya pensiun) karena mengalami stres kronis, obesitas, pola makan tidak teratur. Saya dinyatakan menderita diabetes tipe-2 pada pemeriksaan tahun lalu,"

Baca juga: EVOS esports luncurkan program keanggotaan pertama di Asia Tenggara

Baca juga: Turnamen MPL kembali meraihkan ranah esports Indonesia


Pengumuman "Uzi keluar" juga disampaikan dalam akun Twitternya @UziRNG, Rabu.


Tak hanya itu, Uzi juga mengaku dirinya mengalami cedera pada pergelangan tangannya, yang merupakan keluhan umum bagi para atlet esports.

Sementara itu, RNG mengatakan bahwa Uzi yang debut di esports profesional sejak 2012 itu menderita cedera akibat pelatihan intensitas tinggi selama delapan tahun terakhir.

Pensiunnya Uzi itu menjadi pukulan bagi tim RNG yang menilainya sebagai, "tidak hanya jantung dan jiwa RNG, tetapi juga ikon di dunia esports."

"Selain melakukan segala hal yang bisa membantunya untuk meraih masa depan, kami juga akan berada di sisinya selama proses pemulihan," demikian pernyatan RNG.

Di tengah potensi perkembangan industri esports yang pesat dengan penawaran hadiah yang fantastis, ada pengorbanan yang harus dibayar oleh para pemain, baik fisik maupun mental akibat gaya hidup yang buruk. Para pemain esports dituntut menetap selama berjam-jam di depan layar, tanpa melibatkan kinerja fisik.

Hal itu diungkapkan oleh para pemain kepada AFP. Mereka mengaku penglihatan yang semakin memburuk, pencernaan yang bermasalah serta cedera pergelangan tangan merupakan beberapa kondisi yang mengancam perjalanan karier mereka dalam jangka panjang.

Baca juga: Dilema dunia olah raga di tengah perkembangan esport

Baca juga: Dipecat Audi, Abt berkilah tak bermaksud curang di esports Formula E