Ikon Jatim Park 2 Ambruk Akibat Gempa Bumi di Malang

Lis Yuliawati, Lucky Aditya (Malang)
·Bacaan 2 menit

VIVAPatung ikonik Gorila setinggi tujuh meter di Jawa Timur Park 2, Kota Batu, Malang ambruk akibat gempa dengan magnitudo 6,1 yang terjadi pada Sabtu, 10 April 2021 sekira pukul 14.00 WIB. Patung itu berada di wahana permainan Snail Coster yang merupakan tempat favorit wisatawan untuk berswafoto.

General Manager Jatim Park 2 Agus Mulyanto mengatakan, robohnya patung gorila tepat saat gempa terjadi. Patung gorila itu saat ini sedang dalam renovasi sejak dibangun pada 2008 silam. Renovasi pada kerangka patung dilakukan karena beberapa bagian rangka patung sudah mengalami keretakan pada konstruksinya. Tetapi akibat gempa kerangka besi yang dibangun justru rusak semua.

"Saat gempa mau berhenti, tiba-tiba patung gorila ambruk. Itu rangka besinya juga rusak semua. Baru berjalan 30 persen (renovasi) terus ambruk kena gempa. Akan kami bangun ulang," kata Agus.

Agus mengatakan, beruntung meski patung setinggi 7 meter itu ambruk tidak ada korban jiwa akibat reruntuhan material. Sebab, saat itu wisatawan berada jauh dari lokasi patung gorila. Saat ini wahana Snail Coster yang berada di dekat patung ditutup sementara.

"Jadi memang Patung Gorila itu dibangun sekitar tahun 2008. Patung ini menjadi ikonik dari Jatim Park 2, sering menjadi spot foto," ujar Manager Marketing & Public Relation Jatim Park Group, Titik S Ariyanto.

Gempa bumi dengan kekuatan 6,1 Skala Richer (SR) terjadi di Malang, Sabtu, 10 April 2021. Titik gempa berada di 90 kilometer Barat Daya Kabupaten Malang. Gempa terjadi pada kedalaman 25 kilometer. Gempa terasa kuat hingga membuat warga panik karena termasuk gempa dangkal.

Akibat dari gempa ini puluhan bangunan di wilayah Kabupaten Malang dilaporkan rusak. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) hingga saat ini masih melakukan assesment untuk mengetahui pasti total bangunan yang rusak. Laporan sementara sebanyak 95 bangunan rusak ringan hingga berat.

"Bangunan itu sementara yang dilaporkan masuk ada 95 yang rusak, 8 rusak berat. Laporan hingga pukul 18.00 WIB dan ini belum selesai masih pendataan," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan.

Sadono mengungkapkan, cakupan wilayah yang terdampak gempa bumi cukup luas. Laporan sementara bangunan rusak tersebar di 22 kecamatan di Kabupaten Malang. Wilayah paling banyak dilaporkan bangunan rusak di kawasan pesisir selatan.

"Ada 22 kecamatan di Kabupaten Malang yang terdampak, mulai dari pesisir selatan, Dampit, Bantur, Kalipare, Jabung, Poncokusumo, sampai Lawang. Yang rusak ada Gedung Sekolahan, Fasilitas Kesehatan, Balai Desa, rumah, Pendopo Kecamatan Pagelaran," ujar Sudono.