Ikon Pariwisata Tambora Menyapa Dunia Diluncurkan

TEMPO.CO, Mataram-Gubernur Nusa Tenggara Barat Muhammad Zainul Majdi meluncurkan ikon baru pariwisata Tambora Menyapa Dunia. Peluncuran ini untuk menandai Tahun Kunjungan Lombok dan Sumbawa yang ditargetkan mendapatkan dua juta wisatawan. 

Peluncuran ikon ini untuk menyambut peringatan dua abad meletusnya Gunung Tambora pada 10 April 1815. "Ini adalah awal menjadikan Tambora sebagai ikon pariwisata NTB," kata Zainul di Kota Dompu, Kamis 11 April 2013.  

Gunung Tambora berada di di Kabupaten Dompu dan Kabupaten Bima. Gunung Tambora memiliki riwayat letusan yang menggegerkan dunia hingga ke Eropa. Saat meletus, gunung ini menyebabkan tewasnya 117 ribu jiwa penduduk setempat, di antaranya 10 ribu jiwa penduduk Kerajaan Tambora. 

Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB Lalu Moh. Faozal kepada Tempo mengatakan  target peringatan meletusnya gunung Tambora adalah adanya kunjungan dua juta wisatawan. "Banyak program yang sudah direncanakan," ujarnya. Antara lain upaya mendatangkan para ahli gunung api internasional dan berbagai atraksi internasional yang bisa menarik kunjungan wisatawan asing ke Pulau Satonda. 

Ini adalah sebuah pulau gunung api di seberang daratan Pulau Sumbawa. Di dalam pulau seluas 4,8 kilometer persegi terdapat danau seluas 0,8 kilometer persegi. Semua dasar danaunya berkarang. Airnya berasa asin. Menariknya, setiap terjadi pasang surut air laut di luar pulau tersebut,  hal serupa juga terjadi di danau tersebut.

Pulau Satonda menjadi persinggahan wisatawan dalam pelayaran dari Bali ke Flores-NTT. Danau Satonda dipuji sebagai keajaiban dunia. Air laut mengalir melalui bawah tanah. Apabila air laut surut maka danau pun surut.

Keberadaan danau itu diperkirakan oleh air laut memasuki danau yang semula kaldera Gunung Satonda sekitar 2000 tahun sebelum masehi. Kedalaman danaunya bervariasi antara 15-69 meter. Airnya bening. Keasinannya pun berbeda. Pada permukaan hingga 22,8 meter kadar asin 90 persen dibanding air laut. Sedangkan di kedalaman 50 meter ke bawah melebih air laut yaitu 108-117 persen. 

SUPRIYANTHO KHAFID

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.