Ikut Arahan Erick Thohir, Ini Langkah Holding PTPN Perbanyak Generasi Muda di BUMN

Merdeka.com - Merdeka.com - Kementerian BUMN melalui Forum Human Capital Indonesia (FHCI) telah menginisiasi terbentuknya organisasi kepemudaan yang disebut BUMN Muda. Pembentukan BUMN Muda Perkebunan ini juga sejalan dengan agenda dan target human capital yang ditetapkan Menteri BUMN Erick Thohir, untuk meningkatkan persentase generasi muda di bawah 42 tahun di jajaran BoD dan BoD-1 BUMN sebanyak minimal 10 persen di tahun 2023.

Holding PTPN III (Persero), sebagai salah satu BUMN di Klaster Perkebunan dan Kehutanan juga telah membentuk BUMN Muda Perkebunan. Ini dilakukan sebagai wadah untuk bertukar ide dan gagasan, meningkatkan kolaborasi, serta pembentukan talent readiness bagi insan perkebunan demi terwujudnya PTPN Group yang mandiri, sejahtera dan berkelanjutan.

Direktur SDM Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), Seger Budiarjo mengatakan bahwa Pengembangan Kapabilitas menjadi perhatian perusahaan dalam melanjutkan program transformasi.

"Adanya BUMN Muda akan menjadi estafet kepemimpinan di PTPN Group dan ini selaras dengan strategi transformasi yg dijalankan perusahaan khususnya strategi Pengembangan Kapabilitas", ujar Seger di Jakarta, Jumat (2/9).

Ketua Sektor BUMN Muda Perkebunan, Benny Wijaya menyampaikan bahwa BUMN Muda Perkebunan ini merupakan wadah komunitas para insan perkebunan khususnya di lingkup PTPN Group untuk berbagi ide, gagasan, hobi dan kreatifitas dalam menciptakan kader-kader terbaik PTPN Group.

"Tantangan dalam 5-10 tahun mendatang, bisnis Perkebunan cukup menantang, apalagi PTPN akan memasuki industri hilirisasi yang memerlukan gagasan-gagasan yang out of the box agar PTPN Group bisa terus sustain, mampu meningkatkan kesejahteraan para karyawannya serta berdampak positif bagi lingkungan sekitar perusahaan."

Erick Thohir Perluas Kesempatan Generasi Muda

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir terus berkomitmen untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia melalui perusahaan negara. Komitmen ini diimplementasikan ke dalam program-program agar dapat meningkatkan daya saing bangsa di tengah persaingan global.

Beberapa program tersebut di antaranya Mentorship BUMN Muda yang dilaunching pada Agustus silam. Program Mentorship BUMN Muda sendiri merupakan inisiatif strategis untuk memperluas kesempatan generasi muda menjadi the next leader berusia di bawah 42 tahun di lingkungan BUMN, serta sebagai media inkubasi guna mengembangkan potensi, dan meningkatkan kompetensi sehingga siap menghadapi tantangan.

Selain itu, dengan adanya program mentorship ini diharapkan regenerasi kepemipinan di dalam BUMN berjalan dengan memuaskan. Mengingat persaingan di masa depan dalam skala global terus meningkat, sehingga dibutuhkan pemimpin yang siap menjawab tantangan dan beradaptasi dengan kemajuan zaman.

"Program ini akan menjadi kesempatan generasi muda untuk belajar, mengembangkan kapasitas kapabilitas untuk berkontribusi. Tidak hanya sebagai eksekutor, tetapi juga sebagai konseptor," ujar Menteri Erick, Senin (27/12).

Mentorship program adalah wujud transformasi human capital yang menyeluruh dan sistematik dengan kolaborasi lintas generasi. Sebagaimana diketahui, peningkatan talenta adalah satu dari lima hal yang menjadi prioritas di Kementerian BUMN. Hal itu dilakukan dengan mengedukasi dan melatih tenaga kerja, mengembangkan SDM berkualitas, profesionalisasi tata kelola dan sistem seleksi SDM. [idr]