Ikut Pelantikan Jokowi, Lurah dan Camat Diperiksa

TEMPO.CO, Surakarta - Kantor Inspektorat Surakarta akan memeriksa seluruh camat dan lurah se-Surakarta. Penyebabnya, mereka diduga menghadiri pelantikan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo tanpa izin dari atasan.

Kepala Inspektorat Surakarta, Untara mengatakan bahwa para lurah dan camat itu memang bertolak ke Jakarta sejak beberapa hari lalu. "Mereka seharusnya melakukan kunjungan kerja ke Jakarta Barat," katanya, Selasa 16 Oktober 2012.

Belakangan, mereka diketahui hadir dalam acara pelantikan Gubernur DKI Jakarta yang diselenggarakan di DPRD DKI Jakarta. "Tentunya kegiatan itu tidak sesuai dengan tugas mereka," katanya. Dia menegaskan, Inspektorat bakal memeriksa mereka sepulang dari Jakarta besok.

Inspektorat menduga ada pejabat yang berperan sebagai koordinator dari rombongan tersebut. "Apalagi ada informasi bahwa mereka membawa undangan resmi untuk masuk dalam acara pelantikan tersebut," kata Untara. Dia mengaku tidak tahu menahu dari mana para lurah dan camat itu mendapatkan undangan pelantikan.

Untara memastikan bahwa anggaran yang digunakan dalam kunjungan kerja itu berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. Mereka melakukan studi banding ke Jakarta Barat untuk belajar mengenai mekanisme pendelegasian kewenangan yang sudah diterapkan di kota tersebut.

Sedangkan Sekretaris Daerah Kota Surakarta Budi Suharto juga menyayangkan kehadiran para lurah dan camat itu dalam acara pelantikan. "Kami sudah melakukan himbauan terbuka agar pegawai negeri sipil Surakarta tidak perlu menghadiri acara pelantikan," katanya.

Dia juga mengaku tidak tahu asal muasal undangan yang didapatkan oleh para lurah dan camat tersebut. "Sebab kami hanya menerima 10 undangan," kata Budi. Undangan tersebut digunakan oleh unsur pimpinan Musyawarah Kepala Daerah untuk hadir di acara pelantikan Gubernur DKI Jakarta.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surakarta YF Sukasno menyebut bahwa mereka juga akan memantau jalannya pemeriksaan itu. "Kami telah meminta Komisi Pemerintahan untuk menanganinya," kata dia.

AHMAD RAFIQ

Berita Terpopuler:

Penyidikan Rekening Gendut Terhenti Faktor Rahasia  

Yuri Siahaan, Penyidik KPK Target Kedua Polri 

Dua Polisi Diduga Hilang di Sarang Teroris 

Ahok Jadi Wagub DKI, Ini Komentar Anaknya

AJI Desak Jokowi Hapus Anggaran untuk Wartawan  

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.