Ikut Perang di Ukraina, Dua Warga Inggris Divonis Hukuman Mati

Merdeka.com - Merdeka.com - Dua warga Inggris dan seorang Maroko yang tertangkap ketika berperang untuk Ukraina divonis hukuman mati oleh pengadilan di Donetsk yang pro Rusia.

Media Rusia mengatakan Aiden Aslin dan Shaun Pinner serta Brahim Saadun didakwa sebagai tentara bayaran yang berperang untuk Ukraina.

Inggris dan Ukraina mengecam hukuman ini karena melanggar hukum internasional tentang perlindungan terhadap tawanan perang.

Keluarga dua warga Inggris itu berkukuh mereka adalah anggota tentara Ukraina yang sudah sejak lama bertugas dan bukan tentara bayaran.

Pengacara keduanya mengatakan mereka berharap mengajukan banding atas keputusan pengadilan itu. Demikian dilaporkan media Rusia Tass, seperti dilansir laman BBC, Jumat (10/6).

Sementara media RIA Novosti menyebut ketiga orang itu sebagai tentara bayaran yang didakwa tengah mengikuti pelatihan untuk melakukan kegiatan teroris.

Kantor Perdana Menteri Inggris menyatakan "sangat prihatin" atas vonis hukuman mati kepada kedua warganya itu. Inggris mengatakan mereka sedang bekerja sama dengan Ukraina untuk membebaskan keduanya.

Seorang juru bicara kantor perdana menteri mengatakan tawanan perang seharusnya tidak boleh dieksploitasi untuk kepentingan politik seperti yang tertuang dalam hukum perang Konvensi Jenewa.

Menteri Luar Negeri Inggris Lizx Truss mengutuk hukuman itu dan menyebutnya "vonis palsu yang tidak sah".

"Saya ikut berduka bersama keluarga mereka. Kami terus berupaya melakukan segalanya untuk mendukung mereka." [pan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel