Ikuti 5 Tips Membantu Anak Tumbuh Tinggi dan Cerdas

·Bacaan 3 menit

Fimela.com, Jakarta Anak tumbuh tinggi dan cerdas, bagaimana cara orangtua membantunya? Baik anak atau orangtua pasti menginginkan tinggi badan anak berkembang maksimal disertai dengan pertumbuhan otak agar menjadi cerdas.

Tinggi badan seseorang dikendalikan oleh genetika dan anak-anak tumbuh dengan kecepatan yang berbeda. Ada yang memulai fase pertumbuhannya lebih awal, sementara yang lainnya terlambat berkembang.

Faktor lain yang mempengaruhi pertumbuhan anak adalah jenis kelamin, nutrisi, kondisi medis, dan latihan fisik. Saat kita telah mengerti arti dari gagasan tentang apa yang menentukan pertumbuhan, saatnya mempraktikkan beberapa tips di bawah ini untuk membantu anak tumbuh tinggi secara alami disertai memiliki otak yang cerdas.

1. Beri makanan yang tepat

Diet adalah inti dari tubuh yang sehat dan berkembang. Jika anak-anak mengonsumsi makanan yang tepat, mereka akan memiliki tubuh yang lebih sehat, otak cerdas, dan pertumbuhan serta perkembangan tinggi badan.

Beri mereka makanan kaya karbohidrat sebagai energi untuk menopang pertumbuhan, daging tanpa lemak, telur, kacang-kacangan sebagai sumber protein untuk pembentukan otot, dan produk susu serta sayuran hijau untuk kalsium.

Selain itu pastikan asupan vitamin A dan D yang tercukupi serta zat besi untuk melengkapi pertumbuhannya. Pastikan mereka memiliki diet seimbang dan tidak makan terlalu banyak satu jenis tertentu.

2. Pastikan anak tidur nyenyak

Ilustrasi/copyright shutterstock.com/Africa Studio
Ilustrasi/copyright shutterstock.com/Africa Studio

Tidur mutlak diperlukan untuk perkembangan tinggi badan sebab saat mereka terlelap tubuhnya menghasilkan hormon pertumbuhan. Hormon pertumbuhan disintesis secara alami oleh tubuh yang melecut berbagai aktivitas pembangunan dalam tubuh di antaranya jaringan otot baru, membuat sel baru, atau memberi mineral pada tulang.

Pastikan mengawasi anak untuk tidur tepat waktu dan tidak menonton atau main video game hingga tengah malam. Pastikan mereka untuk setidaknya mendapatkan delapan jam waktu tidur karena tidur bekerja seperti keajaiban yang membuat anak-anak lebih tinggi dalam semalam.

3. Dukung mereka untuk berolahraga

Credit: Shutterstock.
Credit: Shutterstock.

Olahraga membantu tulang dan otot menjadi lebih kuat, melawan obesitas, dan mengembangkan tubuh yang lebih ramping. Olahraga juga bisa meningkatkan daya tahan, fleksibilitas, dan kekuatan.

Latihan bergantung dan peregangan adalah paling praktis untuk tumbuh lebih tinggi. Latihan fleksibilitas memerlukan peregangan otot dan tulang, khususnya tulang belakang dak kaki yang membantu memanjangkan sehingga meningkatkan tinggi badan.

Untungnya, anak-anak tidak perlu ke gym atau berlari setiap sore. Dukung anak untuk tetap aktif dalam bermain setiap hari seperti berenang, lari, main bola, atau daftarkan di kelas gymnatstic.

4. Latih Postur yang Baik

Ilustrasi Berolahraga Bersama Anak Credit: pexels.com/Valeria
Ilustrasi Berolahraga Bersama Anak Credit: pexels.com/Valeria

Membungkuk, menghabiskan waktu terlalu banyak di depan komputer, sampai menggunakan gadget genggam cenderung memperpendek duri anak yang membuatnya lebih pendek dari seharusnya. Karena struktur tulang anak masih belum matang dan lunak, kita dapat mengatasinya dengan 'memaksa' mereka berolahraga.

Selain itu, hindari memberi mereka benda dengan beban terlalu berat untuk diangkat. Serta memastikan mereka tidur dengan lebih dari satu bantal untuk memastikan tulang punggung berada pada posisi yang lurus.

5. Konsultasi dengan Dokter

Ilustrasi berolahraga bersama anak. (dok. pexels/Ketut Subiyanto)
Ilustrasi berolahraga bersama anak. (dok. pexels/Ketut Subiyanto)

Jika anak sama sekali tidak bertambah tinggi dan kita ingin memberikan tambahan suplemen pada mereka, sebaiknya lebih dulu berkonsultasi dengan dokter. Sebab dokter dapat meresepkan yang paling efektif serta aman untuk anak.

Jangan membeli suplemen sembarangan tanpa peresepan karena banyak mereka juga punya janji palsu dan efek samping. Beberapa tidak memiliki dasar uji medis dan klinis dan bahkan ada yang belum menerima evaluasi menyeluruh.

Simak Video Berikut

#ChangeMaker