Ikuti Apple, Google Kembangkan Fitur Anti Pelacak untuk Android?

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Google dikabarkan tengah mempertimbangkan untuk menghadirkan fitur baru di Android yang disebut mirip dengan sistem App Tracking Transparency dari Apple.

Informasi ini pertama kali diketahui dari laporan Bloomberg beberapa waktu lalu. Menurut laporan, wacana ini muncul setelah ada tekanan pada sejumlah perusahaan teknologi untuk lebih proaktif melindung privasi pengguna.

Mengutip informasi dari The Verge, Minggu (7/2/2021), Google memang belum mengonfirmasi hal ini, tapi juru bicara perusahaan mengatakan pihaknya memang terus mencari cara untuk meningkatkan keamanan privasi pengguna.

Ikuti cerita dalam foto ini https://story.merdeka.com/2303605/volume-5

"Kami selalu mencari cara untuk bekerja dengan pengembang meningkatkan standar privasi sambil tetap menjalankan ekosistem aplikasi yang didukung iklan secara sehat," tutur juru bicara Google.

Sebagai informasi, App Tracking Transparency pertama kali diumumkan saat konferensi pengembang Apple pada pertengahan tahun lalu. Usai diperkenalkan, fitur ini hadir di iOS 14.4 dan wajib diikuti oleh para pengembang.

Sesuai namanya, fitur ini memungkinkan pengguna mengetahui informasi apa saja yang dilacak di aplikasi dan situs yang dikunjungi. Pengguna juga dapat memblokir pengiklan agar tidak melacak mereka di sejumlah aplikasi.

Penjelasan Fitur

Ilustrasi Apple (Foto: Apple)
Ilustrasi Apple (Foto: Apple)

Senior Vice President of Software Engineering Apple, Craig Federighi, memang mengatakan para pengguna harus tahu kapan mereka dilacak di berbagai aplikasi dan situs web.

"Kami akan mulai mewajibkan semua aplikasi yang ingin melakukannya untuk mendapatkan izin eksplisit penggunannya. Pengembang yang gagal memenuhi standar tersebut dapat dihapus dari App Store," kata Federighi di European Data Protection and Privacy Conference.

Fitur baru itu akan mewajikan notifikasi pop-up dengan keterangan bahwa aplikasi "ingin mendaptkan izin melacak Anda di seluruh aplikasi dan situs web yang dimiliki oleh perusahaan lain."

Perusahaan-perusahaan iklan digital diprediksi merupakan sebagian besar yang menolak fitur tersebut.

"Ketika pelacakan mengganggu adalah model bisnis Anda, Anda cenderung tidak akan menerima transparansi dan pilihan pelanggaan," tutur Federighi.

Iklan Efektif

Federighi mengatakan, industri harus beradaptasi untuk menyediakan iklan efektif tanpa pelacakan yang mengganggu.

"Melakukan hal ini dengan benar akan membutuhkan waktu, kolaborasi, mendengarkan, dan kerjasama sejati di seluruh ekosistem teknologi. Tapi kami yakin hasilnya akan transformatif," kata dia.

(Dam/Ysl)