Ikuti Arahan Erick Thohir, Petrokimia Gresik Gelar Donor Darah Plasma Konvalesen

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Petrokimia Gresik (PG) menggelar Donor Darah Plasma Konvalesen mengikuti arahan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. Sebanyak 300 penyintas Covid-19 mendaftar sebagai pendonor yang terbagi dalam lima sesi.

Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari program Plasma BUMN untuk Indonesia, arahan Menteri BUMN Erick Thohir yang dilaksanakan serentak secara nasional bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI).

“Kami mendukung penuh upaya pemerintah dalam memerangi Covid-19 di tanah air. Untuk itu, Petrokimia Gresik mewakili BUMN di wilayah Jawa Timur (Jatim) berkolaborasi dengan PMI Provinsi Jatim turut ambil bagian dalam gerakan donor plasma ini,” kata Dwi, di Jakarta, Senin (8/2/2021).

Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi implementasi salah satu nilai dasar Amanah, Kompeten, Harmoni, Loyal, Adaptif, Kolaboratif (AKHLAK) yang dimiliki Petrokimia Gresik sebagai perusahaan BUMN.

“Selain menjaga ketahanan pangan nasional, Petrokimia Gresik juga diberi amanah untuk membantu pemerintah dalam memerangi Covid-19 serta pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi,” imbuhnya.

Dia mengungkapkan, donor darah yang digelar Petrokimia Gresik mendapat dukungan dan sambutan positif dari berbagai pihak. Terbukti dari banyaknya pendonor yang mendaftarkan diri.

"Kami mengapresiasi dukungan dan peran aktif para pendonor. Semoga apa yang kita lakukan hari ini bisa menyelematkan saudara kita yang masih berjuang untuk sembuh dari Covid-19," ujarnya.

Jadi Inspirasi

Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Hendro Pandowo menyaksikan puluhan anggotanya yang pernah terpapar Covid-19 dan sembuh serta sehat melakukan donor plasma konvalesen di Palang Merah Indonesia (PMI) Jakarta, Sabtu (6/2/2021). (Ist)
Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Hendro Pandowo menyaksikan puluhan anggotanya yang pernah terpapar Covid-19 dan sembuh serta sehat melakukan donor plasma konvalesen di Palang Merah Indonesia (PMI) Jakarta, Sabtu (6/2/2021). (Ist)

Dwi berharap yang dilakukan pendonor ini dapat menginspirasi penyintas Covid-19 lainnya untuk mendonorkan plasmanya, sehingga gerakan ini berkelanjutan dan menyebar kepada masyarakat lebih luas lagi.

"Saya mengimbau penyintas lain yang sudah sembuh untuk mendonorkan plasma guna meningkatkan rasio kesembuhan penderita Covid-19. Permintaan plasma sangat tinggi dan tidak sebanding dengan jumlah plasma yang dapat dikumpulkan dari sejumlah penyintas Covid-19, untuk itu ayo berdonor," tutupnya.

Seperti diketahui, plasma konvalesen sangat dibutuhkan khususnya bagi mereka yang terkonfirmasi positif Covid-19 dengan gejala sedang hingga berat. Syarat pendonor antara lain sehat dan prima atau tidak mempunyai penyakit kronik menular melalui darah, penyintas Covid-19 telah dinyatakan sembuh selama minimal 14 hari dan maksimal 3 (tiga) bulan, diutamakan laki-laki berusia 18-60 tahun atau wanita tanpa riwayat kehamilan, serta berat badan minimal 54 tahun.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: