Ikuti Jokowi, Gibran Rakabuming Siap Disuntik Vaksin COVID-19

Daurina Lestari, Fajar Sodiq (Solo)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Presiden Joko Widodo menyatakan kesiapannya untuk menjadi orang pertama yang disuntik vaksin COVID-19. Keputusan mantan wali kota Solo itu pun diikuti pula oleh putra sulungnya, Gibran Rakabuming Raka yang bersedia untuk disuntik vaksin tersebut.

"Kalau boleh dijadikan uji coba untuk (disuntik) vaksin boleh-boleh saja," kata Gibran saat ditemui usai menghadiri dialog dunia usaha bersama Apindo Solo, di Diamond Solo Convention Center, Rabu, 18 November 2020.

Gibran pun menegaskan kesiapannya jika diminta menjadi relawan untuk disuntik vaksin COVID-19. Hanya saja, ia mengaku belum tahun kapan vaksin tersebut mulai bakal diujicobakan. "Saya sih manut-manut saja. Kalau ada instruksi seperti itu, saya siap. Santai saja," ujarnya.

Baca juga: Positif COVID-19, Lurah Petamburan Dirawat di Puskesmas

Lantas ketika disinggung mengenai pembicaraan soal vaksinasi dengan ayahnya, Gibran mengaku belum pernah membahasnya. "Saya belum pernah sih. Kita doakan secepatnya aja," katanya.

Seperti diketahui sebelumnya Presiden Jokowi dengan tegas menyatakan siap menjadi orang pertama di Indonesia yang disuntik vaksin COVID-19. Ia mengatakan hal tersebut usai meninjau kesiapan vaksinasi di Puskesmas di Tanah Sareal Bogor, Jawa Barat, Rabu, 18 November 2020.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengatakan vaksinasi akan dilakukan pada akhir tahun ini atau awal 2021. Selain itu, proses distribusi vaksin ke seluruh Indonesia tidak mudah dengan metode yang berbeda.

"Kalau melihat tadi di lapangan, dan melihat simulasi tadi kita memperkirakan, kita akan mulai vaksinasi itu di akhir tahun atau di awal tahun. Akhir 2020 atau di awal tahun 2021," kata Jokowi saat konferensi pers di Puskesmas Tanah Sareal Kota Bogor, Rabu 18 November 2020.

Tahapan selanjutnya adalah mengenai pengujian kembali oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan atau disingkat Badan POM. Meski BPOM sudah terlibat dalam pengujian vaksin di tempat produsen, pengujian kembali penting untuk melihat kualitas vaksin ketika berada di Indonesia.

"Masih ada tahapan lagi di BPPOM karena kita memerlukan emergency use authorization dari sana. Tahapan itu memerlukan waktu mungkin antara kurang lebih 3 mingguan. setelah mendapatkan izin dari BPPOM baru kita lakukan vaksinasi. Kaidah-kaidah scientific, kaidah-kaidah ilmiah ini juga saya sudah sampaikan wajib diikuti. Kita ingin keselamatan, keamanan masyarakat itu harus betul-betul diberikan tempat yang paling tinggi," kata Jokowi.