Ikuti Tesla, Perusahaan Game Milik Miliarder Korea Selatan Ini Borong Bitcoin

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, New York - Perusahaan game online Korea Selatan, Nexon Co yang didirikan oleh miliarder Kim Jung-ju telah membeli bitcoin senilai USD 100 juta atau sekitar Rp 1,44 triliun (asumsi kurs Rp 14.457 per dolar AS).

Nexon yang mencatatkan saham di Tokyo ini mengikuti perusahaan global sebelumnya yang umumkan investasi di mata uang digital. Hal itu termasuk produsen mobil listrik Tesla. Investasi bitcoin oleh Nexon mewakili kurang dari dua persen dari simpanan kas perusahaan pada Desember 2020.

"Dalam lingkungan ekonomi saat ini, kami percaya bitcoin menawarkan stabilitas dan likuiditas jangka panjang sambil mempertahankan nilai uang tunai kami untuk investasi masa depan,” ujar CEO Nexon, Owen Mahoney dilansir dari Forbes, ditulis Minggu (1/5/2021).

Raksasa game ini telah berinvestasi besar-besaran sejak Juni tahun lalu ketika mengumumkan rencana investasi USD 1,5 miliar di perusahaan hiburan yang catatkan saham di bursa.

Sejauh ini, Nexon telah investasi USD 874 juta di produsen mainan AS Hasbro dan perusahaan game Jepang antara lain Bandai Namco, Konami dan Sega Sammy.

Tanggapan Harga Bitcoin yang Bergejolak

Ilustrasi Bitcoin (Ist)
Ilustrasi Bitcoin (Ist)

Sementara harga bitcoin bergejolak, Mahoney mengatakan, investasi tersebut “mencerminkan strategi disiplin untuk melindungi nilai pemenang. Selain itu menjaga data beli aset tunainya.

Kim yang mendirikan Nexon pada 1994, salah satu orang terkaya yang catat kenaikan signifikan di Korea Selatan pada 2020. Ia menduduki peringkat tiga dalam daftar orang terkaya dunia.

Kekayaan Kim mencapai USD 9,6 miliar atau sekitar Rp 138,79 triliun (asumsi kurs Rp 14.457 per dolar AS). Kenaikan kekayaan Kim didorong lockdown dan pembatasan sosial mendorong masyarakat lebih banyak waktu di rumah untuk bermain game. Game utama yang diterbitkan Nexon termasuk Maplestory, KartRider, Dungeon dan Fighter.

"Saya pikir kita akan melihat ke belakang dalam 20 tahun dan kami akan mengatakan pandemi adalah titik balik dalam industri hiburan,” ujar dia dalam wawancara dengan Forbes pada Juli 2020.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini