Ilham Habibie luncurkan buku mengenai kebangkitan dirgantara

Ketua Dewan Penasihat Forum Dialog Nusantara (FDN) Ilham Akbar Habibie meluncurkan buku mengenai kebangkitan industri dirgantara Tanah Air yang berjudul Kebangkitan Dirgantara Menuju Indonesia Emas 2045 di Jakarta, Jumat.

Menurut Ilham, salah satu motivasi ia meluncurkan buku tersebut adalah keprihatinannya sebagai pelaku industri dirgantara yang melihat industri tersebut kurang diperhatikan oleh berbagai pihak sehingga belum menghadirkan banyak kemajuan.

"Motivasinya adalah karena saya adalah pelaku industri ini dan saya lihat bahwa industri ini sudah lama kurang diperhatikan sehingga dia tidak banyak kemajuan," ujar dia kepada wartawan usai acara peluncuran bukunya itu di Jakarta, Jumat.

Padahal, ujar Ilham melanjutkan, potensi industri dirgantara Tanah Air sangat besar, salah satunya karena banyak masyarakat Indonesia yang memiliki kemampuan, keahlian, pengalaman, dan pengetahuan yang mendalam mengenai industri ini.

"Kalau menurut saya, sayang kita tidak gunakan mereka itu untuk membuat industri ini lebih kuat," ucapnya.

Kemudian, menurut Ilham, industri dirgantara merupakan salah satu industri yang berperan penting dalam meratakan pembangunan di Tanah Air sekaligus menjadi kunci dalam mencapai Indonesia Emas pada tahun 2045 mendatang.

"Jadi menurut saya, kita hanya bisa capai itu jika kita memfokuskan juga ke industri ini yang punya nilai tambah tinggi," ujar putra Presiden ketiga RI BJ Habibie itu.

Untuk mengembangkan serta memajukan industri dirgantara, Ilham menilai perlu adanya kepemimpinan dari pemerintah yang memberikan arahan dan dukungan terhadap pemajuan industri dirgantara.

Terkait dengan penulisan buku ini, Ilham mengatakan ia membutuhkan waktu sekitar setengah tahun atau enam bulan untuk merampungkannya. Ia pun mengatakan buku Kebangkitan Dirgantara Menuju Indonesia Emas 2045 tidak hanya memuat hasil pemikirannya, tetapi juga ada beberapa pendapat dari sejumlah narasumber.

Acara peluncuran buku ini dihadiri pula oleh beberapa pihak. Di antaranya, Ketua Pusat Studi Air Power Indonesia Chappy Hakim. Dalam kesempatan itu, Chappy mengatakan merasa terhormat dapat menghadiri langsung acara peluncuran buku tersebut.

"Saya merasa memperoleh kehormatan diundang di kesempatan yang luar biasa ini karena tidak banyak orang Indonesia yang menulis tentang penerbangan," ujar dia.

Selanjutnya, ia juga mengapresiasi kepedulian dan konsistensi Ilham dalam mengembangkan industri dirgantara Tanah Air.

"Mengapa saya sangat menghargai? Karena penerbangan tidak banyak orang perhatian, tidak banyak orang memperhatikan tentang kedirgantaraan," ujar dia.

Baca juga: Bappenas: Revitalisasi industri dirgantara dorong capai Visi 2045
Baca juga: Prancis siap bantu Indonesia kembangkan industri dirgantara
Baca juga: Mengenang 100 hari Habibie, Ilham: semangat bapak tidak akan putus