Ilija Spasojevic, Riko Simanjuntak, dan 3 Pemain yang Terabaikan Shin Tae-yong ke Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2020

·Bacaan 4 menit

Bola.com, Jakarta - Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong telah menetapkan 30 nama untuk Piala AFF 2020. Dari jumlah itu, sejumlah pemain yang lagi bersinar tidak dilirik olehnya. Siapa saja?

Ilija Spasojevic gagal masuk skuad Timnas Indonesia untuk Piala AFF di Singapura. Padahal, statusnya adalah top scorer sementara BRI Liga 1 2021/2022.

Spaso, karibnya disapa, berhasil mendulang 12 gol dari 14 penampilan bersama Bali United di BRI Liga 1. Striker naturalisasi itu unggul tiga gol dari pesaing terdekatnya, Marko Simic, Youssef Ezzejjari, dan Ciro Alves.

"Hanya coach Shin Tae-yong yang bisa memberikan pernyataan terkait alasan tidak dipanggilnya Spaso ke Timnas Indonesia," kata asisten pelatih Timnas Indonesia, Nova Arianto mengenai nihilnya nama Spaso, kepada Bola.com, Rabu (1/12/2021).

Shin Tae-yong malah memanggil Kushedya Yudo, Hanis Saghara, Dedik Setiawan, dan Ezra Walian sebagai striker Timnas Indonesia di Piala AFF.

Jika terkakumulasi, gol keempat pemain itu di BRI Liga 1 kalah jauh dari Spaso. Yudo, Saghara, Dedik, dan Ezra hanya membuat lima gol dari 31 pertandingan.

vidio:Alasan PSSI Berangkatkan Timnas Indonesia ke Turki dan Target Piala AFF 2020

Riko Simanjuntak

Gelandang Timnas Indonesia, Riko Simanjuntak, menggiring bola saat melawan Thailand pada laga Piala AFF 2018 di Stadion Rajamangala, Bangkok, Sabtu (17/11). Thailand menang 4-2 dari Indonesia. (Bola.com/M. Iqbal Ichsan)
Gelandang Timnas Indonesia, Riko Simanjuntak, menggiring bola saat melawan Thailand pada laga Piala AFF 2018 di Stadion Rajamangala, Bangkok, Sabtu (17/11). Thailand menang 4-2 dari Indonesia. (Bola.com/M. Iqbal Ichsan)

Shin Tae-yong juga tidak tertarik dengan Riko Simanjuntak. Padahal, winger Persija Jakarta itu memimpin daftar assist sementara BRI Liga 1.

Riko menorehkan lima assists dari 12 pertandingan bersama Persija, sama dengan perolehan gelandang Persiraja Banda Aceh, Muhammad Rifaldi.

Namun, statistik itu tidak menjamin posisi Riko di tim berjuluk Skuad Garuda ini. Pemain berusia 29 tahun itu memang jarang dipanggil ke Timnas Indonesia sejak dilatih oleh Shin Tae-yong.

Di posisi sayap, Shin Tae-yong lebih memercayai Yabes Roni hingga Ramai Rumakiek sebagai pelapis dari Egy Maulana Vikri, Witan Sulaeman, dan Irfan Jaya.

Ricky Fajrin

Bek Timnas Indonesia, Ricky Fajrin, berusaha merebut bola saat melawan Hongkong pada laga persahabatan di Stadion Wibawa Mukti, Jakarta, Selasa (16/10). Kedua negara bermain imbang 1-1. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)
Bek Timnas Indonesia, Ricky Fajrin, berusaha merebut bola saat melawan Hongkong pada laga persahabatan di Stadion Wibawa Mukti, Jakarta, Selasa (16/10). Kedua negara bermain imbang 1-1. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Begitu pula Ricky Fajrin, bek multiposisi langganan Timnas Indonesia di era Luis Milla. Pemain Bali United itu juga tidak dilirik oleh Shin Tae-yong.

Ricky Fajrin mampu menorehkan dua gol dan dua assists dari 12 penampilan di BRI Liga 1. Ketika pemain berusia 26 tahun itu tampil, Bali United hanya kebobolan sepuluh gol.

Sebagai bek, Ricky Fajrin dapat dimainkan sebagai bek tengah dan sayap kiri sama baiknya. Pemain asal Semarang, Jawa Tengah itu juga punya kemampuan menyerang dan bertahan yang seimbang.

Alih-alih memanggil Ricky Fajrin, Shin Tae-yong justru melirik Edo Febriansyah dan Rizky Dwi Febrianto sebagai back-up Pratama Arhan di pos bek sayap kiri.

Posisi natural Rizky Dwi adalah bek sayap kanan, namun pemain Arema FC itu juga dapat bermain di pos sebaliknya sebagai bek sayap kiri.

Septian David Maulana

Gelandang Timnas Indonesia, Septian David, saat melawan Timor Leste pada laga Piala AFF 2018 di SUGBK, Jakarta, Selasa (13/11). Indonesia menang 3-1 atas Timor Leste. (Bola.com/M. Iqbal Ichsan)
Gelandang Timnas Indonesia, Septian David, saat melawan Timor Leste pada laga Piala AFF 2018 di SUGBK, Jakarta, Selasa (13/11). Indonesia menang 3-1 atas Timor Leste. (Bola.com/M. Iqbal Ichsan)

Septian David Maulana mungkin akan sulit memperebutkan satu tempat utama di Timnas Indonesia. Namun, gelandang berusia 25 tahun itu sebenarnya bisa dimanfaatkan sebagai pengganti.

Jangankan sebagai pelengkap di Timnas Indonesia, Septian David bahkan tidak dipanggil Shin Tae-yong untuk Piala AFF.

Performa Septian David lumayan menonjol di musim ini. Alumnus Timnas Indonesia U-22 itu mampu membawa PSIS Semarang ke enam besar klasemen sementara BRI Liga 1.

Septian David juga selalu bermain sebagai starter dalam 14 pertandingan PSIS di musim ini dengan torehan satu gol dan dua tiga.

Septian David dapat dimainkan di banyak posisi di lini tengah dan depan seperti gelandang serang, gelandang sayap, hingga second striker.

Awan Setho

Kiper Timnas Indonesia, Awan Setho, memberikan instruksi saat melawan Thailand pada laga Piala AFF 2018 di Stadion Rajamangala, Bangkok, Sabtu (17/11). Thailand menang 4-2 dari Indonesia. (Bola.com/M. Iqbal Ichsan)
Kiper Timnas Indonesia, Awan Setho, memberikan instruksi saat melawan Thailand pada laga Piala AFF 2018 di Stadion Rajamangala, Bangkok, Sabtu (17/11). Thailand menang 4-2 dari Indonesia. (Bola.com/M. Iqbal Ichsan)

Sebagai pemuncak klasemen sementara, Bhayangkara FC hanya mengirimkan seorang pemain ke Timnas Indonesia. Evan Dimas menjadi satu-satunya wakil dari tim berjuluk The Guardian itu di Piala AFF.

Padahal, Bhayangkara FC masih punya Awan Setho, kiper dengan jumlah clean sheet cukup banyak di BRI Liga 1.

Awan Setho tampil 14 kali untuk Bhayangkara FC dengan kebobolan delapan gol. Namun, kiper berusia 24 tahun itu berhasil delapan kali menjaga keperawanan gawang The Guardian.

Secara statistik, Awan Setho pantas bersaing dengan Muhammad Riyandi dan Nadeo Argawinata untuk merebut posisi utama di Timnas Indonesia.

Namun, Shin Tae-yong tidak memercayai Awan Setho. Pelatih berusia 52 tahun itu lebih memilih Ernando Sutaryadi dan Syahrul Trisna untuk melengkapi empat kipernya di Piala AFF.

30 Pemain Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2020

Timnas Indonesia. (PSSI).
Timnas Indonesia. (PSSI).

Kiper

1. M. Riyandi, Barito Putera

2. Nadeo Argawinata, Bali United

3. Ernando Ari, Persebaya Surabaya

4. Syahrul Fadillah, Persikabo 1973

Bek

5. Fachrudin Aryanto, Madura United

6. Victor Igbonefo, Persib bandung

7. Ryuji Utomo, Penang FC

8. Alfeandra Dewangga, PSIS Semarang

9. Elkan Baggott, Ipswich Town

10. Pratama Arhan, PSIS Semarang

11. Edo Febriansyah, Persita Tangerang

12. Rizky Ridho, Persebaya Surabaya

13. Rizky Dwi, Arema FC

14. Asnawi Mangkualam, Ansan Greeners

15. Marckho Sandi, Borneo FC

Gelandang

16. Evan Dimas, Bhayangkara FC

17. Kadek Agung, Bali United

18. Rachmat Irianto, Persebaya Surabaya

19. Ahmad Agung, Persik Kediri

20. Ricky Kambuaya, Persebaya Surabaya

21. Syahrian Abimanyu, Johor Darul Ta'zim

22. Irfan Jaya, PSS Sleman

23. Ramai Rumakiek, Persipura Jayapura

24. Witan Sulaeman, Lechia Gdanks

25. Egy Maulana Vikri, FK Senica

26. Yabes Roni, Bali United

Penyerang

27. Kushedya Hari Yudo, Arema FC

28. Dedik Setiawan, Arema FC

29. Hanis Saghara, Persikabo 1973

30. Ezra Walian, Persib Bandung

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel