Ilmuwan Baru Tahu Cara Sperma Berenang Sampai ke Sel Telur

Lazuardhi Utama, Misrohatun Hasanah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Sekelompok peneliti kesuburan pria dari University of Bristol, Inggris dan Universidad Nacional Autnoma de Mexico, Meksiko berhasil mengungkap bahwa cara sperma berenang menuju sel telur. Hasil penelitian ini sekaligus membantah teori selama 343 tahun yang menjelaskan sperma berenang seperti belut dalam air.

Mengutip situs Russia Today, Kamis, 6 Agustus 2020, tim ilmuwan dari kedua universitas ini menggunakan mikroskop 3D, pemodelan matematika, dan kamera yang mampu merekam 55 ribu frame per detik untuk merekonstruksi pergerakan ekor sperma dalam bentuk 3D.

Hasil riset ini mereka terbitkan di Science Advances pada 31 Juli 2020, dan cukup mengejutkan semua pihak. "Apa yang kami temukan adalah sesuatu yang sangat mengejutkan. Karena, itu benar-benar merusak keyakinan kami selama ini," kata Peneliti dari University of Bristol, Hermes Gadelha.

Ia dan tim peneliti lainnya mengungkap bahwa perspektif umum soal metode propulsi atau pendorong sperma manusia yang bergerak layaknya belut dalam air hanyalah ilusi optik. Ekor sperma tidak bergoyang seperti belut yang menggeliat ke kiri dan ke kanan. Justru sebaliknya, ia memutar ke satu sisi.

Nah, supaya bisa bergerak maju ke depan maka kepala sperma memutar dengan gerakan cepat bersamaan dengan ekornya yang berputar. Kepala dan ekor sperma yang berotasi ini adalah dua gerakan terpisah yang dikendalikan oleh dua mekanisme seluler yang berbeda. Ketika menyatu, hasilnya seperti berang-berang atau mata bor yang berputar.

"Sperma manusia menggelinding ke depan saat berenang. Putaran sperma yang cepat dan sangat tersinkronasi menyebabkan ilusi ketika dilihat dari atas dengan mikroskop 2D, dimana ekor tampak memiliki gerakan simetris seperti 'belut berenang dalam air'," tuturnya.

Sementara itu, Peneliti dari Universidad Nacional Autnoma de Mexico, Alberto Darszon, meyakini bahwa riset mereka bisa membuka jalan baru dalam studi lanjutan tentang ilmu reproduksi. Dengan perspektif 3D dapat meningkatkan pemahaman baru terkait mekanisme sperma manusia bergerak menuju sel telur.

"Penemuan ini akan merevolusi pemahaman kita tentang motilitas sperma dan dampaknya pada pembuahan alami," jelas Darszon. Menurut dia hanya sedikit yang diketahui tentang lingkungan rumit di dalam saluran reproduksi wanita dan bagaimana sperma berenang mempengaruhi pembuahan.

Dengan penelitian ini maka penyebab 50 juta sperma yang tidak berhasil membuahi sel telur diharapkan bisa ditemukan solusinya. Cara sperma berenang hingga sel telur pertama kali diungkapkan oleh ilmuwan Belanda, Antonie van Leeuwenhoek, yang mengamati sperma lewat mikroskop buatannya pada 1677. Ia pula yang menjuluki sperma berenang menuju sel telur sebagai belut dalam air.