Ilmuwan diminta selaraskan riset dengan pembahasan working group G20

Co-sous Sherpa G20 Indonesia Ferry Ardiyanto mengingatkan agar riset yang dilakukan akademisi terkait isu prioritas G20 disesuaikan dengan pembahasan di working group G20.

“Jangan sampai pembahasan di working group ke kiri, risetnya ke kanan atau isu yang sudah tidak dibicarakan lagi karena tidak mendapatkan persetujuan dari G20 masih dilakukan riset,” kata Ferry saat menyampaikan keynote speech dalam UI International Conference on G20 di Jakarta, Rabu.

Seluruh riset yang bertujuan untuk menyusun policy brief yang akan disampaikan pada awal Oktober mendatang, lanjutnya, sudah sepatutnya disesuaikan dengan pembahasan G20.

Ferry menyampaikan bahwa putaran pertama dari working group sherpa track G20 telah dilaksanakan dan beberapa diantaranya sudah mulai memasuki pertemuan putaran kedua dan memulai sesi pernyataan menteri.

“Kami akan upload juga di website kita, jadi sering-sering cek web untuk hasil dari beberapa pertemuan working group dan enggagement group,” ujarnya.

Lebih lanjut Ferry menyampaikan apresiasi kepada civitas akademika Universitas Indonesia yang telah membantu penyelenggaraan sherpa meeting di Jakarta pada Desember 2021 lalu.

Ia berharap keterlibatan akademisi dan peneliti UI bisa memacu research and development dan memperkecil jarak dan diskoneksi antara konsep dan implementasi serta menjaring kemitraan global dalam dunia pendidikan dan pengetahuan.

“Kami harap kegiatan ini akan memberikan kontribusi dan pencerahan dari para akademisi, peneliti dan pemangku kebijakan lainnya guna menyusun publikasi dan rekomendasi kebijakan,” ucap dia.

Adapun dalam waktu dekat Indonesia akan menyelenggarakan rangkaian pertemuan sherpa dan finance track. Pertama, pertemuan tingkat menteri luar negeri di Bali pada 8 Juli 2022. Lalu pertemuan sherpa kedua di Labuan Baji pada 10-12 Juli 2022, serta finance track dengan pertemuan tingkat deputi keuangan dan bank sentral di Bali pada 13-14 Juli dan dilanjutkan dengan pertemuan menteri keuangan dan gubernur bank sentral di Bali pada 15-16 Juli.

Baca juga: BRIN usulkan pembentukan stasiun penelitian laut di G20
Baca juga: AIPI: G20 dorong riset dan inovasi untuk penguatan kesehatan global
Baca juga: BRIN: G20 rumuskan kerangka kerja spesifik riset kehati dan energi

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel