Ilmuwan Eropa Temukan Petunjuk Keberadaan Air di Planet Mars

Merdeka.com - Merdeka.com - Badan Antariksa Eropa (ESA) menemukan petunjuk keberadaan air di Mars. Petunjuk itu ditemukan pengorbit ruang angkasa ESA, Mars Express.

Dikutip dari India Today, Senin (5/9), Mars Express menemukan petunjuk keberadaan air itu di kawah sebesar 140 kilometer bernama Holden Basin atau Kawah Holden yang merupakan bagian dari Uzboi-Ladon-Morava (ULM), tempat yang dipercayai pernah mengalir air.

Para ilmuwan meyakini air mengalir ke Argyre Planitia kemudian mengalir melalui Uzboi Vallis dan berakhir di Kawah Holden.

Keyakinan para ilmuwan kembali dikuatkan dengan penemuan endapan berlapis dan bantalan phyllosilicate di daerah Ladon Valles dan Kawah Holden. Phyllosilicate adalah jenis mineral yang dapat ditemukan di bumi, seperti di tanah liat.

Sebagai tempat berkumpulnya air, para ilmuwan percaya bahwa Kawah Holden dapat menjadi pusat bagi pertumbuhan molekul organik, yaitu molekul yang dapat ditemukan di seluruh makhluk hidup di bumi. Adanya phyllosilicate juga mendorong akan keberadaan molekul itu, sebab mineral itu turut berperan membentuk kehidupan.

Setelah menemukan petunjuk keberadaan air, ESA juga merilis peta Ngarai Besar Mars, Valles Marineris, dan kawah tempat air terkumpul sebelum mengalir melalui Ladon Valles ke Ladon Basin.

Dalam pernyataannya, ESA mengungkapkan "sejarah kompleks sistem arus ULM menjadikannya target yang menarik untuk dijelajahi lebih detail dengan pengorbit dan penjelajah Mars".

"Karena geologinya yang menarik dan potensi petunjuk kehidupan masa lalu, Kawah Holden masuk dalam daftar lokasi pendaratan Laboratorium Sains Mars dan Rover Preserverance (kendaraan robot) milik Badan Penerbangan dan Antariksa (NASA) Amerika Serikat (AS)," ungkap ESA.

Namun, rover itu mendarat di kawah Jazero dan telah mengumpulkan sampel untuk dikirim ke Bumi untuk analisis lebih lanjut. Hingga kini rover itu terus mencari tanda-tanda kehidupan mikroba purba di Mars.

Reporter Magang: Theofilus Jose Setiawan [pan]