Ilmuwan Kaget, Nenek Moyang Buaya Jalannya Sama Seperti Dinosaurus

Lazuardhi Utama, Misrohatun Hasanah

VIVA – Para ilmuwan dibuat kaget karena nenek moyang buaya yang hidup sekitar 120 juta tahun silam berjalan dengan dua kaki belakang atau sama seperti dinosaurus. Mereka lalu melakukan analisis pada jejak kaki yang ditemukan di Sacheon Jahye-ri, Korea Selatan.

Dilansir dari situs Metro, Jumat, 12 Juni 2020, awalnya jejak ini mereka kira sebagai pterosaurus. Namun saat investigasi lebih lanjut, ilmuwan yakin jejak itu bukan milik reptil terbang.

"Awalnya kita mengira jejak kaki dibuat oleh pterosaurus raksasa yang berjalan di atas lumpur. Namun kita mengerti bahwa jejak itu dibuat oleh buaya," ujar peneliti studi University of Queensland, Australia, Anthony Romilio.

Ilmuwan juga mempertanyakan mengapa tidak ada jejak tangan di sana, mengingat buaya modern merupakan makhluk berkaki empat. Detail pada ujung kaki dan sisiknya membuktikan hal sebaliknya, bahwa mereka berjalan seperti dinosaurus.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa jejak kaki memiliki ukuran 24cm, setara dengan kaki manusia dewasa. Sementara panjangnya diperkirakan lebih dari tiga meter. Kepala Penelitian, Kyung Soo-Kim mengatakan, buaya purba berjalan seperti dinosaurus berkaki dua dan bentuk tumitnya meyakinkan peneliti bahwa jejak itu adalah milik buaya.

"Dinosaurus dan keturunan burung berjalan dengan kaki bagian depan. Sementara buaya berjalan dengan telapak kaki, meninggalkan jejak tumit seperti manusia," tutur dia.

Makhluk ini diperkirakan berusia 110-120 juta tahun silam dan dianggap milik spesies crocodylomorph, merupakan nenek moyang buaya dan buaya modern. Namun jejaknya seperti menandakan tubuhnya yang lebih ramping daripada kebanyakan buaya yang kita lihat saat ini.

Menurut Soo-Kim mereka bisa berjalan dalam posisi jongkok. Jarak antara jejak kanan dan kiri begitu sempit, seperti mereka sedang berjalan di atas tali. Tidak ada juga tanda pada ekor, menjadi jelas bahwa mereka adalah makhluk yang bergerak secara bipedal.