Ilmuwan: Pasien Kambuh Corona Tak Menularkan COVID-19 ke Orang Lain

Liputan6.com, Seoul - Bulan lalu, kasus "kambuh" Virus Corona (COVID-19) sempat menjadi sorotan di Korea Selatan. Totalnya, ada 285 orang mendapat hasil tes positif lagi setelah dinyatakan sembuh.

Peneliti kini menyimpulkan bahwa penyebab positif itu karena masih ada fragmen-fragmen virus yang tersisa. Tidak ada bukti bahwa pasien tersebut akan menularkan Virus Corona COVID-19 meski kembali positif.

"Tidak ada penularan sekunder dari orang-orang yang melakukan kontak dengan pasien-pasien kambuh itu," ujar Yoon Tae-ho, pejabat senior Kementerian Kesehatan Korsel, seperti dikutip Yonhap, Rabu (20/5/2020).

Dari total 790 orang yang melakukan kontak dengan 285 orang yang kembali dinyatakan positif Corona. Namun, hampir semuanya tidak ketularan.

Ada tiga yang tertular, tetapi Korea Centers for Disease Control and Prevention (KCDC) menyebut ketiganya tertular dari klaster lain.

Namun harus diingat, peneliti masih belum tahu apakah orang yang sembuh itu benar-benar sudah imun dari Virus Corona. Pasien sembuh di Korsel juga masih harus karantina selama 14 hari.

Pakar kesehatan Korsel berkata kasus "kambuh" itu berasal dari fragmen virus yang sudah tidak aktif. Ini sekaligus membantah teori bahwa Virus Corona bisa aktif kembali.

Bloomberg melaporkan bahwa tes PCR tidak bisa membedakan antara partikel virus yang mati dan menular. Hal itu berpotensi membuat orang yang kambuh dikira masih menularkan penyakitnya.

KCDC pun menolak memakai istilah relapse (kambuh) karena pasien-pasien yang diuji positif kembali tidak memberi risiko menularkan Virus Corona ke orang lain.

Tertua di Korsel, Pasien Berusia 104 Tahun Sembuh dari Corona

Choi Sang-boon, lansia berusia 104 tahun yang sembuh dari virus corona di Korea Selatan (Pohang Medical Center)

Pasien virus corona tertua di Korea Selatan dipulangkan dari rumah sakit pada Jumat 15 Mei 2020 setelah sembuh dari infeksi pada usia 104 tahun.

Choi Sang-boon meninggalkan Pohang Medical Center, di tenggara negara itu, pada hari yang sama ketika jumlah orang yang dirawat karena infeksi virus corona di Korea Selatan turun menjadi kurang dari 1.000 untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua bulan. 

Petugas kesehatan memasang spanduk perayaan untuk Choi, yang telah berada di rumah sakit selama 67 hari, dan memberinya buket bunga untuk memberi selamat padanya atas kepulangannya dan berharap kesehatannya terus membaik.

"Kita semua bersyukur meski dia harus menjalani perawatan panjang dan butuh waktu untuk kembali ke kehidupan normal," kata Ham In-suk, kepala pusat medis, dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Asia One, Sabtu, 16 Mei 2020.

Choi menjadi pasien Covid-19 ke-291 yang pulih dan dipulangkan dari Pohang Medical Center, kata Ham, seraya menambahkan bahwa 31 lainnya masih dirawat.

Wanita berusia 104 tahun itu, yang memiliki masalah kesehatan mendasar, dites positif pada 8 Maret sebagai bagian dari klaster infeksi virus corona di rumah perawatan di Kota Gyeongsan dekat Daegu, yang pernah menjadi pusat epidemi Korea Selatan.

Dia menderita radang usus, penurunan kesadaran, dan tekanan darah rendah saat di rumah sakit, tetapi sering menyatakan terima kasih kepada staf medis yang tinggal di sisinya sepanjang waktu, menurut pernyataan itu.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: