Ilmuwan Prediksi Asteroid Apophis akan Menabrak Bumi pada Tahun 2068

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Washington D.C - Para astronom mengatakan bahwa mereka harus mengawasi asteroid Apophis di dekat Bumi untuk melihat seberapa besar bahaya yang akan ditimbulkan batuan antariksa tersebut bagi planet kita pada tahun 2068. Namun kemungkinan benturan masih sangat rendah.

Dalam keadaan tertentu, matahari dapat memanaskan asteroid secara tidak merata, menyebabkan batuan antariksa memancarkan energi panas secara asimetris. Hasilnya bisa berupa dorongan kecil ke arah tertentu yang disebut akselerasi Yarkovsky, yang dapat mengubah jalur asteroid melalui ruang angkasa.

Dikutip dari Livescience, Sabtu (14/11/2020), menurut para ahli benturan kecil bisa saja akan terjadi, tetapi kemungkinannya kecil yakni hanya sekitar 1 banding 150.000.

"Sebuah studi baru menunjukkan bahwa asteroid itu telah menjauh dari orbit yang diperkirakan sebelumnya sekitar 170 meter dalam waktu setahun karena efek dari Yarkovsky," imbuh Manoa David Tholen, seorang penulis utama dan astronom Universitas Hawaii di dalam konferensi pers pada Oktober. 26.

"Pada dasarnya, panas yang dipancarkan asteroid memberikan dorongan yang sangat kecil. Belahan yang lebih hangat (dari asteroid) akan menyebabkan dorongan yang lebih banyak daripada belahan yang lebih dingin, dan itulah yang menyebabkan asteroid menjauh dari prediksi," tambah Tholen.

Dengan menunjukkan orbit Apophis selebar 1.120 kaki (340 m), dia mengatakan bahwa para astronom mengira mereka memiliki cukup pengamatan terhadap asteroid yang telah dikumpulkan selama bertahun-tahun untuk mengesampingkan dampak pada tahun 2068.

"Perhitungan tersebut didasarkan pada orbit yang tidak terpengaruh oleh energi matahari. Pada akhirnya, kami belum bisa mengesampingkan Apophis sebagai ancaman pada tahun 2068," imbuh Tholen.

"Skenario dampak 2068 masih dimainkan, Kami perlu melacak asteroid ini dengan sangat hati-hati," tambahnya.

Asteroid Apophis akan Mendekati Bumi pada Tahun 2029

Ilustrasi pesawat ruang angkasa DART NASA dan LICIACube Badan Antariksa Italia (ASI) sebelum menabrak asteroid Didymos. (NASA / Johns Hopkins APL / Steve Gribben)
Ilustrasi pesawat ruang angkasa DART NASA dan LICIACube Badan Antariksa Italia (ASI) sebelum menabrak asteroid Didymos. (NASA / Johns Hopkins APL / Steve Gribben)

Untungnya, asteroid akan melakukan pendekatan ke planet kita pada tahun 2029, tetapi masih dari jangkauan yang aman. Hal ini memungkinkan teleskop serta radar Arecibo Observatory untuk melihat permukaan dan bentuk asteroid secara lebih rinci. Apophis akan sangat dekat sehingga akan terlihat dengan mata telanjang, seterang bintang biner Cor Caroli.

"Diperkirkan tanggal 13 April 2029 Apophis akan mendekati Bumi dan hal itu mempermudah kami untuk memprediksi skenario dampak di masa depan," imbuh Tholen.

Tim Tholen membuat penemuan setelah melakukan pengamatan pada bulan Januari dan Maret lalu dengan Teleskop Subaru, teleskop inframerah-optik Jepang di puncak Maunakea, Hawaii.

Para peneliti mengumpulkan 18 eksposur asteroid dengan presisi sangat tinggi, dengan kesalahan hanya 10 mili detik di setiap pengamatan (Miliar detik adalah seperseribu detik busur, pengukuran sudut yang membantu ilmuwan mengukur jarak kosmik).

"Kami benar-benar melacak posisi asteroid ini dengan sangat baik. Itu sudah cukup untuk memberi kita deteksi yang kuat tentang efek Yarkovsky," tambah Tholen.

Tholen menjelaskan bahwa Apophis telah merepotkan para astronom, dengan prediksi "banyak skenario dampak" sejak pertama kali ditemukan pada tahun 2004. Sebagai contoh: Awalnya, para ilmuwan menghitung 3% kemungkinan Apophis menghantam planet kita di 2029, ternyata prediksi tersebut meleset setelah dilakukan banyak pengamatan.

Jika memang ada ancaman dampak di masa depan, para astronom sebelum masalah itu terjadi. Selain itu, Insinyur di seluruh dunia sedang mengembangkan cara menangkis asteroid berbahaya dari planet kita, konsepnya akan berkisar pada tarikan gravitasi hingga "penabrak kinetik" yang akan menghancurkan asteroid ketika mendekati Bumi.

NASA Tidak Menemukan Asteroid yang Mengancam Bumi untuk Saat Ini

Ilustrasi asteroid.
Ilustrasi asteroid.

Misi gabungan Eropa-NASA juga akan menguji dan mengamati defleksi asteroid di batuan antariksa bernama Didymos, mulai tahun 2022. Jika semua berjalan sesuai rencana, pesawat ruang angkasa NASA Double Asteroid Redirection Test (DART) akan menabrak "Didymoon", bulan yang mengorbit Didymos.

Badan Antariksa Eropa kemudian akan meluncurkan misi Hera pada 2023 atau 2024 dan mencapai Didymos dua tahun kemudian, untuk melihat seberapa baik penabrak kinetik itu dalam menggerakkan bulan dari orbit sebelumnya.

NASA memiliki Kantor Koordinasi Pertahanan Planet khusus yang mengumpulkan pengamatan asteroid dari jaringan teleskop mitra, dan yang menjalankan skenario dengan badan-badan AS lainnya untuk defleksi asteroid atau (dalam kasus terburuk) mengevakuasi populasi yang terancam dari batuan antariksa yang masuk ke Bumi.

Sejauh ini, pengamatan selama beberapa dekade tidak menemukan ancaman asteroid atau komet yang akan terjadi di planet kita.

Reporter: Ruben Irwandi

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: