Ilmuwan Punya Teori Baru soal Batu Pemusnah Dinosaurus

Krisna Wicaksono, Misrohatun Hasanah
·Bacaan 1 menit

VIVA – Astronom Harvard yang paling kontroversial, Avi Loeb memiliki teori baru tentang batuan luar angkasa yang membunuh dinosaurus. Dia mengatakan, batu angkasa itu datang dari tempat yang lebih jauh dari yang kita perkirakan sebelumnya.

Loeb dan mahasiswa sarjana astrofisika Universitas Harvard, Amir Siraj, mengatakan dalam sebuah studi baru yang diterbitkan di Scientific Reports bahwa Chicxulub Impactor, yang mengakhiri masa kejayaan dinosaurus berasal dari tepi tata surya kita sendiri.

Sebuah teori populer tentang matinya dinosaurus mengatakan bahwa penabrak kemungkinan berasal dari sabuk asteroid antara Mars dan Jupiter. Tetapi Loeb dan Siraj menggunakan analisis statistik dan simulasi gravitasi untuk melakukan penghitungan.

Mereka menemukan bahwa lebih banyak penabrak bumi sebenarnya berasal dari awan Oort, yang mana jaraknya 1.000 kali Matahari ke Pluto, menurut situs CNet, Selasa 16 Februari 2021.

Perhitungan mereka menunjukkan beberapa komet dapat terlempar keluar jalur dalam perjalanan mereka menuju tata surya bagian dalam, dengan konsekuensi yang berpotensi bencana.

"Tata surya seperti semacam mesin pinball. Jupiter adalah planet paling masif, berpotensi menendang komet berperiode panjang yang masuk ke dalam orbitnya, yang membuatnya sangat dekat dengan matahari," jelas Siraj.

Komet Sungrazer ini kemudian dapat terkoyak oleh tarikan gravitasi matahari. Dalam perjalanan kembali ke awan Oort, ada kemungkinan salah satu dari fragmen ini menghantam Bumi.

Penelitian menemukan bahwa dampak komet itu secara signifikan lebih tinggi daripada yang diperkirakan sebelumnya. Peneliti juga memperkirakan tingkat yang terdampak dengan usia kawah Chicxulub di Teluk Meksiko.

Fragmen komet dari awan Oort juga dikatakan lebih cocok dibanding asteroid yang berjarak lebih dekat dari Bumi. Menurut Loeb, penting untuk memahami lalu lintas luar angkasa yang berpotensi mengancam planet kita di masa depan.

"Ini lebih penting daripada memecahkan misteri tentang apa yang membunuh dinosaurus. Itu pasti pemandangan yang menakjubkan. Tapi kami tidak ingin melihatnya lagi," ujar Loeb.