Ilmuwan WHO Sebut Virus Corona Tidak Berawal di Wuhan

Adinda Permatasari
·Bacaan 2 menit

VIVA – Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO diketahui telah mengirim tim ahli ke Wuhan, China, untuk menginvestigasi asal muasal virus yang menyebabkan COVID-19.

Dari hasil investigasi, salah seorang anggota tim mengatakan kalau virus corona penyebab pandemi kemungkinan tidak muncul di China. Ada kemungkinan bahwa virus berpindah dari hewan ke manusia sudah terjadi di luar negara itu.

Profesor Johh Watson dari WHO mengatakan hal itu pada acara BBC One, The Andrew Marr Show. Menurutnya, pandemi kemungkinan besar dimulai dengan infeksi pada reservoir hewan yang kemudian ditularkan ke manusia melalui inang langsung.

Ketika ditanya apakah dia yakin kalau virusnya muncul di China, dia mengatakan 'tidak'.

"Saya rasa ada berbagai alasan yang berkaitan kenapa itu bermula di wabah di Wuhan dan berbagai potongan informasi memgenai cara virus ini hidup pada reservoir hewan berbeda, itu menunjukkan bahwa China adalah sumber yang sangat sangat mungkin bagi wabah, tapi tidak selalu berarti menjadi tempat di mana terjadi perpindahan dari hewan ke manusia," ujarnya dikutip laman Mirror.

"Dan saya rasa kami perlu memastikan untuk memperhatikan di luar perbatasan China, begitu juga dengan di dalam China," lanjutnya.

Kekhawatiran muncul mengenai akses tim WHO kepada data penting dari Pemerintah China.

Ketika ditanya apakah tim WHO diberikan akses terhadap data mentah mengenai 174 orang pertama yang terinfeksi virus corona, Prof Watson mengatakan mereka melihat informasi yang sangat luar biasa mengenai kasus itu.

Tapi, dia menambahkan, tim hanya diberikan akses pada jumlah tertentu dari data mentah itu,

"Kami tidak melihat semuanya dan tidak melihat kuisioner asli yang digunakan, tapi di luar dari fakta itu, tentunya, mereka adalah orang China, salah satu harus memikirkan apakah satu di antaranya pernah pergi ke negara lain di dunia," ujarnya.

China menghadapi tuduhan bahwa Institut Virologi Wuhan kemungkinan menjadi sumber virus COVID-19. Tapi, tim WHO menyimpulkan bahwa kemungkinannya sangat kecil virus memasuki populasi manusia sebagai insiden yang terkait dengan laboratorium.

Profesor Watson mengatakan kemungkinan virus lolos dari laboratorium belum pernah dikesampingkan.